Abstak
Hanah susilawati
221105030790
Komunikasi interpersonal menjadi salah satu aspek penting dalam pelaksanaan
wisata religi, dengan adanya komunikasi yang baik, mampu menciptakan
kenyamanan, membangun hubungan yang harmonis, serta mendukung kelancaran
ibadah jemaah selama berada di tanah suci. Karena hal tersebut, penelitian ini
berfokus pada peran komunikasi interpersonal, pendekatan-pendekatam
interpersonal, serta peran komunikasi interpersonal dalam pariwisata religi yang
dilakukan oleh travel Al-Hazmi Wisata Imani. Penelitian ini menggunakan metode
kualitatif dengan pendekatan fenomenologis dengan sumber data yang diperoleh
dari pimpinan travel, tour leader, muthawif, dan jemaah. Penelitian ini dilakukan
di Bogor, Jawa Barat serta di Madinah, Arab Saudi.
Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal yang
dilakukan oleh Travel Al-Hazmi Wisata Imani diwujudkan melalui keterbukaan,
empati, sikap mendukung, kedekatan, dan kesetaraan yang mampu menciptakan
komunikasi yang efektif serta hubungan yang harmonis. Selain itu, ditemukan
adanya pendekatan komunikatif, emosional, dan pelayanan yang diterapkan dalam
proses interaksi selama wisata religi berlangsung. Komunikasi interpersonal yang
dilakukan tidak hanya berfungsi sebagai sarana penyampaian informasi saja, tetapi
juga memiliki peran dalam meningkatkan keimanan, memberikan pemahaman
sejarah islam, menambah pengetahuan, memperdalam pengalaman spiritual, serta
menjadi media dakwah melalui interaksi sosial selama pelaksanaan wisata religi di
Madinah.
Kata Kunci: Komunikasi Interpersonal, Wisata Religi, Travel Umroh, Madinah,
Dakwah Islam
Interpersonal communication becomes one of the important aspects in the
implementation of religious tourism. With good communication, it can create
comfort, build harmonious relationships, and support the smooth execution of
worship for pilgrims while in the holy land. Because of this, this study focuses on
the role of interpersonal communication, interpersonal approaches, as well as the
role of interpersonal communication in religious tourism conducted by Al-Hazmi
Wisata Imani travel. This study uses a qualitative method with a phenomenological
approach, with data sources obtained from travel leaders, tour leaders, mutawwifs,
and pilgrims. This research was conducted in Bogor, West Java, as well as in
Madinah, Saudi Arabia.
The research results indicate that interpersonal communication carried out by
Travel Al-Hazmi Wisata Imani is manifested through openness, empathy,
supportive attitudes, closeness, and equality, which are able to create effective
communication as well as harmonious relationships. In addition, there is a
communicative, emotional, and service approach applied in the interaction process
during the religious tourism activities. The interpersonal communication conducted
not only serves as a means of conveying information but also plays a role in
enhancing faith, providing understanding of Islamic history, increasing knowledge,
deepening spiritual experiences, and serving as a medium for dakwah through
social interaction during religious tourism in Medina.
Keywords: Interpersonal Communication, Religious Tourism, Umrah Travel,
Madinah, Islamic Preaching