Abstak
Berdasarkan hasil dan pembahasan yang telah dipaparkan pada
penelitian ini,maka PT. Ultrajaya Milk Industry & Trading Company, Tbk
tidak mengalami rugi ditarik kesimpulan bahwa total biaya produksi tahun
2020 adalah Rp. 15.185.422. Posisi titik impas BEP ada di nominal Rp.
14.780.337. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan
metode kualitatif deskriptif. Metode ini pendekatan kualitatif yang
menggambarkan kondisi,situasi, dan variabel. Tujuan yang ingin didapat
pada penelitian ini yaitu menganalisa terkait Break Even Point perusahaan
Ultrajaya Milk Industry Tbk, selain itu penelitian ini juga akan menjelaskan
menjelaskan gambaran umum dari perencanaan penjualan dan memberikan
target volume penjualan yang harus dihasilkan pada PT. Ultrajaya Milk
Industry Tbk.
Hasil penelitian perusahaan dapat melakukan perencanaan
penjualan pada tahun 2021 sebesar Rp 16.781.882, pada dengan margin of
safety atau batas keamanan sebesar 37,43%. Penjualan minimal yang harus
dilakukan tahun 2021 sebanyak 1.049 unit dengan nominal Rp.
16.781.882.Kelemahan dari BEP adalah harga jual perunit tidaklah berdiri
sendiri terlepas dari volume penjualan,Dari analisis break even point adalah
kesulitan di dalam mengklasifikasikan biaya karena adanya biaya semi
variab Agar penjualan yang dilakukan oleh PT.Ultrajaya Milk Industry &
Trading Company, Tbk dapat sesuai dengan perencanaan yang telah
dilakukan maka perusahaan harus memperhatikan batas keselamatan dan
penjualan yang harus dipertahankan oleh perusahaan.
Kata Kunci: titik impas, data, angka, penjualan.