Abstak
Rizky Syabana
201206020543
Material SS 304 merupakan baja yang memiliki kelebihan resistansi yang tinggi terhadap korosi dengan keuletan yang baik pada suhu yang relative rendah. Kelebihan tersebut, menjadikan material SS 304 banyak digunakan pada industri otomtotif, sistem perpipaan, serta industry yang memiliki kontak dengan bahan kimia. Proses penyambungan pada material SS 304 dapat dilakukan dengan Shielded Metal Arc Welding (SMAW), sehingga perlu diteliti untuk mengetahui bagaimana pengaruh arus listrik terhadap sifat mekanisnya. Material SS 304 yang akan diuji pada kali ini yaitu pipa SS 304 SCH 10. Selanjutnya elektroda yang digunakan adalah jenis E308 S dengan variasi arus 30 ampere, 40 ampere, dan 50 ampere. Sifat mekanis diuji meliputi uji tarik sesuai standar spesimen pada ASTM E8/E8M dan metode pungujian pada SNI 07-0408-1989 serta pengujian kekerasan Rockwell menurut standar ASTM E18 dan metode pengujian sesuai standar ISO 6508. Dari hasil penelitian
menunjukkan bahwa faktor arus listrik dalam proses pengelasan SMAW sangat berpengaruh terhadap hasil pengelasan ditinjau dari kekuatannya. Kekuatan mekanis paling tinggi didapat pada pengelasan arus 30 ampere, dengan kekuatan tarik Ultimate Tensile Strength (UTS) rata-rata sebesar 360 Mpa atau 360 N/mm2. Sementara untuk pengelasan arus 40 & 50 ampere memiliki nilai regangan diatas 30 ampere yang samasama memiliki nilai regangan sebesar 12% pada pengujian tarik. Dan nilai rata-rata kekerasan tertinggi sebesar 96 HRB untuk pengujian kekerasan pada daerah logam las dengan arus pengelasan 50 ampere.
Kata kunci : SMAW, Stainless Steel 304, Variasi Arus, Sifat Mekanis