Back


Detail Data

Fakultas FAKULTAS TEKNIK DAN SAINS
Program Studi REKAYASA PERTANIAN DAN BIOSISTEM
Judul ANALISIS PENGARUH METODE PENGERINGAN OVEN, RUMAH KACA, DAN MATAHARI TERHADAP KUALITAS SIMPLISIA JAHE EMPRIT (ZINGIBER OFFICINALE VAR. AMARUM)
Tahun 2026
Tanggal Input 01 Jul 2026, 10.24



Abstak

Jahe emprit (Zingiber officinale var. amarum) merupakan salah satu tanaman
obat yang banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku obat tradisional dan produk
herbal. Kualitas jahe emprit kering sangat dipengaruhi oleh proses pengeringan,
terutama terhadap kadar air, kadar abu, dan kadar oleoresin. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui pengaruh metode pengeringan oven, rumah kaca, dan matahari
terhadap kualitas jahe emprit kering serta menentukan metode pengeringan terbaik
untuk menghasilkan simplisia jahe emprit berkualitas. Penelitian menggunakan
Rancangan Acak Lengkap (RAL) nonfaktorial dengan tiga perlakuan yaitu
pengeringan oven, rumah kaca, dan matahari yang dengan tiga kali ulangan.
Parameter yang diuji yaitu kadar air, kadar abu, kadar oleoresin, benda asing, serta
kondisi berjamur dan berserangga. Data dianalisis menggunakan Analysis of
Variance (ANOVA) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode
pengeringan memberikan pengaruh sangat nyata terhadap kadar air, namun tidak
berpengaruh nyata terhadap kadar abu dan kadar oleoresin. Pengeringan oven
menghasilkan kadar air terendah sebesar 8,92% sehingga memenuhi persyaratan
Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk jahe kering. Pengeringan rumah kaca dan
matahari menghasilkan kadar air masing-masing sebesar 15,16?n 18,20%. Nilai
kadar oleoresin tertinggi diperoleh pada pengeringan matahari sebesar 7,37%,
diikuti rumah kaca sebesar 6,93?n oven sebesar 6,44%. Seluruh sampel tidak
menunjukkan adanya benda asing, jamur, maupun serangga. Berdasarkan hasil
penelitian, metode pengeringan oven suhu 40°C selama 24 jam merupakan metode
terbaik dalam menghasilkan jahe emprit kering berkualitas sesuai standar mutu
SNI, sedangkan pengeringan matahari memiliki keunggulan dalam
mempertahankan kadar oleoresin dan efisien dalam penggunaan energi.

Kata kunci: jahe emprit, pengeringan, kadar air, kadar oleoresin, simplisia.