Abstak
.Fadly Cahya Ramadhan
191106041388
Hidroponik telah menjadi tren yang semakin populer dalam budidaya tanaman dikalangan petani, menawarkan pendekatan yang lebih bersih dan efisien dalam menghasilkan hasil panen. Sistem ini menghilangkan tanah sebagai media tumbuh, menggantinya dengan larutan nutrisi dalam air. Pertumbuhan optimal tanaman hidroponik sangat bergantung pada larutan nutrisi dan harus sesuai dengan kebutuhan tanaman. Proses pemberian nutrisi dalam budidaya hidroponik umumnya masih dilakukan secara manual dan berulang-ulang menggunakan alat ukur TDS meter. Berpijak dari hal tersebut maka dengan memanfaatkan kemajuan teknologi, Penelitian ini dilakukan dengan merancang sistem otomatisasi pemberian nutrisi tanaman sawi putih (Brassica rapa subsp. pekinensis) menggunakan sensor TDS pada hidroponik NFT (Nutrient Film Technique) melalui aplikasi telegram. Beberapa komponen alat yang digunakan antara lain adalah Arduino UNO R3 sebagai kontrol utama sistem, Sensor Ultrasonik HC-SR04 sebagai pembaca ketinggian air, Sensor TDS DFRobot V.10 sebagai pembaca pekatan nutrisi, Motor DC sebagai pengaduk pencampuran air dan nutrisi, serta Relay sebagai on-off otomatis pompa air dan nutrisi. Bot Telegram API melalui botfather disinkronkan dengan Arduino UNO R3 sehingga Telegram dapat menerima dan meminta informasi mengenai nilai PPM nutrisi. Status otomatisasi ketika pompa air “on” pada ketinggian >=12 cm dan pompa air “off” pada ketinggian <=3 cm, sedangkan ketika kondisi pompa nutrisi “on” pada nilai TDS <= 1050 ppm dan “off” pada nilai TDS = 1400 ppm. Hasil yang di peroleh pada penelitian ini adalah sistem dapat bekerja secara otomatis dalam pemberian nutrisi dan air yang didukung dengan adanya mikrokontroller Arduino sebagai pengendali untuk memproses input data dari beberapa sensor yang ada.
Kata Kunci : (Hidroponik, Nutrisi, Otomatisasi, Sensor TDS, Sawi putih).