Abstak
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam peran serta kendala
dalam implementasi surat rogatori sebagai instrumen bantuan hukum
internasional dalam praktik peradilan perdata lintas negara di Pengadilan
Agama Bogor. Surat rogatori merupakan permintaan resmi dari satu pengadilan
kepada pengadilan di negara lain untuk melakukan tindakan hukum tertentu,
seperti pemanggilan pihak, penyampaian dokumen, atau pengumpulan bukti,
yang tidak dapat dilakukan secara langsung karena perbedaan yurisdiksi. Dalam
konteks peradilan agama di Indonesia, surat rogatori menjadi mekanisme
penting dalam menyelesaikan perkara-perkara yang melibatkan warga negara
asing (WNA) atau warga negara Indonesia (WNI) yang berada di luar negeri,
khususnya dalam perkara perceraian dan sengketa keluarga lintas negara.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus.
Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan dua informan kunci:
hakim dan panitera Pengadilan Agama Bogor. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa surat rogatori berfungsi sebagai jembatan hukum internasional yang
menjamin keabsahan dan kelancaran proses peradilan lintas yurisdiksi. Namun,
implementasinya masih menghadapi berbagai kendala, seperti birokrasi yang
panjang, kurangnya pemahaman teknis dari aparatur, serta belum optimalnya
pemanfaatan teknologi, termasuk sistem pemantauan digital seperti Rogatory
Online Monitoring. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan adanya
peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan teknis,
penyederhanaan prosedur administratif, serta optimalisasi sistem digital untuk
mendukung efektivitas pelaksanaan surat rogatori di masa mendatang.
Kata kunci: surat rogatori, perdata lintas negara, pengadilan agama,
kendala yuridis, bantuan hukum internasional