Abstak
Fenomena penggunaan hijab di kalangan remaja Muslimah saat ini menunjukkan
adanya pergeseran nilai, di mana hijab tidak lagi dipahami sepenuhnya sebagai
bagian dari kewajiban syariat, melainkan seringkali dijadikan sebagai tren fashion.
Banyak siswi yang menggunakan hijab dengan cara yang tidak sesuai dengan
ketentuan agama Islam, seperti memakai hijab yang ketat, transparan, tidak
menutup dada, atau bahkan masih menampakkan sebagian rambut. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pemahaman pembelajaran Aqidah Akhlak
berpengaruh terhadap perilaku penggunaan hijab syar’i pada siswi kelas 11 SMA
Insan Kamil Kota Bogor. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan
pendekatan survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada
74 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data
dilakukan dengan uji validitas, reliabilitas, dan regresi linier sederhana
menggunakan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil analisis menunjukkan bahwa
terdapat pengaruh yang signifikan antara pemahaman pembelajaran Aqidah Akhlak
terhadap penggunaan hijab syar’i, yang ditunjukkan oleh nilai signifikansi sebesar
0,000 (< 0,05) dan nilai R Square sebesar 0,188. Ini berarti bahwa sekitar 18,8%
variasi perilaku penggunaan hijab syar’i pada siswi dapat dijelaskan oleh
pemahaman mereka terhadap Aqidah Akhlak. Kesimpulan dari penelitian ini adalah
bahwa semakin tinggi tingkat pemahaman agama Islam yang dimiliki oleh siswi,
maka semakin besar kemungkinan mereka untuk berperilaku sesuai dengan ajaran
syariat, termasuk dalam hal berpakaian. Oleh karena itu, perlu adanya peningkatan
kualitas pembelajaran Aqidah Akhlak di sekolah, baik melalui pendekatan teoritis
maupun praktis, untuk membentuk karakter dan kesadaran beragama yang lebih
kuat pada remaja Muslimah.
Kata kunci: Pemahaman Aqidah Akhlak, Hijab Syar’i, Remaja SMA