Abstak
ABSTRAK
Pembangkit Listrik tenaga air merupakan pembangkit listrik yang paling banyak dijumpai di Indonesia. Namun turbin yang paling sering diterapkan adalah jenis turbin Francis dan turbin pelton. Turbin jenis ini biasanya memanfaatkan aliran-aliran sungai dengan memanfaatkan beda ketinggian, akan tetapi potensi air tidak hanya pada sungai yang memiliki beda ketinggian melainkan banyak sumber air yang bisa dimanfaatkan sebagai energi terbarukan salah satunya adalah potensi air laut. Salah satu turbin yang sering dipakai untuk memanfaatkan potensi arus laut yaitu turbine bulb. Namun, turbine bulb juga tidak hanya digunakan untuk arus laut tapi juga bisa digunakan di arus sungai. Metode pengujian turbine bulb yaitu dengan memvariasikan debit menggunakan CFD. CFD merupakan metode perhitungan dengan sebuah kontrol dimensi, luas dan volume dengan memanfaatkan bantuan komputasi komputer untuk melakukan perhitungan tiap-tiap elemen pembaginya. Hasil pengujian menggunakan CFD dengan memvariasikan debit 300 l/s, 400 l/s, dan 454 l/s. Didapat putaran 171 rpm dengan kecepatan aliran 3,4 m/s pada debit 300 l/s. Untuk debit 400 l/s dengan kecepatan aliran 4,54 m/s menghasilkan putaran 189 rpm sedangkan pada aliran anak sungai katulampa didapat debit 454 l/s dengan kecepatan aliran 5,15 m/s didapat putaran 238 rpm dan daya turbin 2013 W dengan efisiensi turbin 76% pada head 0,6 meter.
keyword : Turbine Bulb, Kecepatan Aliran Turbin, Putaran Turbin, CFD.