Abstak
Hikmah Ismidiana Shafa
191105030145
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah membawa perubahan
signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam bidang dakwah Islam.
Kini gerakan dakwah telah banyak dilakukan di berbagai macam platform media.
Sejalan dengan situasi tersebut kegiatan dakwah juga telah menarik minat pemuda
muslim. Banyak kalangan muda yang mulai tertarik untuk bisa berperan aktif
menyampaikan nilai kebaikan. Hal ini bisa terlihat dari meningkatnya jumlah
pemuda yang mulai tertarik untuk belajar mensyiarkan Islam melalui jurusan KPI
(Komunikasi dan Penyiaran Islam) di Fakultas Agama Islam Universitas Ibn
Khaldun Bogor. Fenomena ini tentu menjadi awal yang baik untuk mengoptimalkan
peran mahasiswa dalam dakwah Islam. Namun perlu adanya persiapan matang
untuk mendukung peran da’i muda dalam dakwah islam dari segi keilmuan,
komunikasi, strategi, dan pengalamannya. Dukungan ini dapat berupa kolaborasi
antara lembaga di luar kampus, universitas dan masyarakat. Berdasarkan hal
tersebut, banyak lembaga Islam yang membuat program beasiswa pembinaan da'i
muda sebagai solusi atas permasalahan yang ada, tidak terkecuali BAMUIS BNI.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran komunikasi organisasi BAMUIS
BNI dalam produktivitas da'i muda di Universitas Ibn Khaldun Bogor melalui
lulusan program dan mahasiswa penerima manfaat program Beasiswa 1000 Da'i.
Dalam lingkup organisasi dakwah, efektivitas komunikasi menjadi kunci utama
dalam membangun koordinasi internal dan meningkatkan motivasi anggota.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik
pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dokumentasi dan telaah pustaka.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa organisasi BAMUIS BNI memiliki peran
optimal dalam membentuk pemahaman bersama, menumbuhkan motivasi, dan
meningkatkan produktivitas da'i muda. Komunikasi yang dibangun secara vertikal
dan horizontal, serta pendekatan berbasis nilai-nilai Islam, menciptakan iklim
organisasi yang kondusif dan produktif.
Kata Kunci: Komunikasi organisasi, produktivitas, penceramah muda, dakwah,
BAMUIS BNI
The development of information and communication technology has brought
significant changes to various aspects of life, including Islamic preaching. Today,
preaching is widely carried out across different media platforms. In line with this
trend, preaching activities have attracted the interest of Muslim youth. Many young
people are eager to take an active role in promoting islamic values. This is evident
in the growing number of students enrolling in the Islamic Communication and
Broadcasting (KPI) program at the Faculty of Islamic Studies, Universitas Ibn
Khaldun Bogor. This phenomenon presents a valuable opportunity to optimize the
role of students in Islamic preaching. However, comprehensive preparation is
needed to support young preachers in terms of knowledge, communication skills,
strategy, and experience. Such support can come from collaboration among
external institutions, universities, and the community. In response to this need,
several Islamic institutions, including BAMUIS BNI, have initiated scholarship
programs to develop young preachers. This study aims to examine the role of
BAMUIS BNI's organizational communication in enhancing the productivity of
young preachers at Ibn Khaldun University Bogor, focusing on graduates and
current recipients of the 1000 Da'i Scholarship program. In the context of da'wah
organizations, effective communication is key to internal coordination and member
motivation. This study employs a descriptive qualitative approach, using
interviews, observations, documentation, and literature review as data collection
methods. The findings reveal that BAMUIS BNI plays an essential role in fostering
shared understanding, motivation, and productivity among young preachers.
Vertical and horizontal communication, grounded in Islamic values, contributes to
a supportive and productive organizational climate.
Keywords: Organizational communication, productivity, young preachers,
preaching, BAMUIS BNI