Abstak
Masa dewasa awal merupakan fase perkembangan yang penuh tantangan dan
transisi menuju kedewasaan yang ditandai dengan berbagai perubahan signifikan
secara kognitif, emosional, dan sosial. Salah satu fenomena yang umum dialami
pada fase ini adalah quarter-life crisis, yaitu kondisi krisis psikologis yang ditandai
oleh kebingungan arah hidup, kecemasan masa depan, dan tekanan terhadap
pencapaian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan self-efficacy pada
kondisi quarter-life crisis pada mahasantri putri Ulil Albaab. Penelitian ini
menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Teknik
pengambilan sampel dilakukan total sampling, dan pengumpulan data
menggunakan instrumen penelitian yang telah disusun berdasarkan indikator yang
relevan. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson untuk mengetahui
kekuatan hubungan antara kedua variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
terdapat hubungan yang signifikan antara self-efficacy dengan quarter-life crisis,
dengan nilai koefisien korelasi r = 0,741 dan signifikansi p < 0,001. Penelitian ini
memberikan kontribusi penting bagi pengembangan program intervensi berbasis
penguatan self-efficacy, khususnya dalam konteks pendidikan tinggi berbasis
keagamaan. Penelitian ini juga menjadi landasan bagi kajian lebih lanjut terkait
krisis perkembangan mahasiswa dalam perspektif psikologi dan spiritualitas Islam
Kata Kunci: self-efficacy, quarter-life crisis, Ibn Qayyim al-Jauziyyah