Back


Detail Data

Fakultas FAKULTAS TEKNIK DAN SAINS
Program Studi TEKNIK INFORMATIKA
Judul POLA DISTRIBUSI SPASIAL URBAN SPRAWL DAN DASYMETRIC MAPPING DI KOTA DEPOK TAHUN 1993, 2003, 2013 DAN 2023 MENGGUNAKAN METODE NDBI DAN MNDWI
Tahun 2025
Tanggal Input 27 May 2025, 09.32



Abstak

Fauza Nurhakim Ar Rafei
191106041658
Urban sprawl merupakan perkembangan kota yang tidak terencana, sering
menyebabkan fragmentasi lahan dan berbagai masalah, seperti alih fungsi lahan dan
penurunan sumber daya air. Kota Depok, sebagai bagian dari kawasan Jabodetabek,
mengalami urban sprawl yang pesat dengan pola perkembangan bertipe melompat
(leapfrogging). Penelitian ini bertujuan menganalisis pola urban sprawl di Kota
Depok pada tahun 1993, 2003, 2013 dan 2023 menggunakan citra satelit Landsat
5 TM dan 8 OLI TIRS. Metode penelitian untuk menentukan pola distribusi spasial
lahan terbangun menggunakan kombinasi metode Normalized Difference Built-Up
Index (NDBI) dan Modified Normalized Difference Water Index (MNDWI). Data
diperoleh dan diolah menggunakan platform Google Earth Engine (GEE). Disisi
lain, analisis distribusi pola spasial penduduk dianalisis menggunakan metode
dasymetric mapping. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan
luas area terbangun dari 6.079 hektar pada tahun 1993 menjadi 14.114 hektar pada
tahun 2023, dengan pola urban sprawl bertipe melompat. Perubahan terbesar terjadi
pada rentang tahun 2003–2013 di Kecamatan Cipayung, di mana luas area
terbangun meningkat dari 225 hektar menjadi 614 hektar. Namun, laju
pertumbuhan penduduk tidak sebanding dengan perluasan lahan terbangun, bahkan
cenderung menurun di beberapa wilayah. Sebagai contoh, jumlah penduduk di
Sukmajaya menurun dari 296.145 jiwa pada tahun 2003 menjadi 256.060 jiwa pada
tahun 2023. Penurunan serupa juga terjadi di Cinere, dari 121.328 jiwa pada tahun
2013 menjadi 101.600 jiwa pada tahun 2023. Uji akurasi peta menunjukkan tingkat
validitas yang tinggi, dengan nilai overall accuracy sebesar 95,24?n indeks
kappa sebesar 0,8966. Berdasarkan hasil penelitian, urban sprawl di Kota Depok
lebih dipengaruhi oleh perluasan fisik bangunan kota dibandingkan oleh
pertumbuhan populasi. Oleh karena itu, diperlukan pengelolaan tata ruang yang
berkelanjutan untuk mengatasi dampak negatif dari fenomena tersebut.
Kata Kunci: Google Earth Engine, Kota Depok, MNDWI, NDBI, penginderaan
jauh, tata ruang berkelanjutan, urban sprawl.


Preview