Abstak
ABSTRAK
“HUBUNGAN STATUS GIZI DAN SOSIAL EKONOMI DENGAN PEMBERIAN
TABLET TAMBAH DARAH PADA WANITA USIA 15-49 TAHUN DI PROVINSI
JAWA BARAT”
IKA NIDA’UL AOLIYAI
Konsumsi TTD memiliki peran yang sangat penting dalam pencegahan anemia pada wanita.
Namun, kepatuhan dalam mengonsumsi tablet tambah darah yang disediakan oleh
pemerintah masih sering diabaikan. Salah satu faktor yang memengaruhi dalam pemberian
TTD adalah status gizi dan sosial ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
hubungan status gizi dan sosial ekonomi dengan pemberian tablet tambah darah pada wanita
usia 15 – 49 tahun di Provinsi Jawa Barat.
Penelitian ini merupakan penelitian analitik deskriptif dengan menggunakan data sekunder
Survei Kesehatan Indonesia Tahun 2023. Sampel yang diambil adalah wanita usia 15 – 49
tahun di Provinsi Jawa Barat. Penelitian ini diuji dengan analisis univariat (deksriptif),
bivariat (chi-square), dan multivariat (regresi logistik).
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan status gizi
dan sosioekonomi terhadap pemberian TTD. Status gizi dan status ekonomi hanya
memberikan kontribusi sebesar 4,6% terhadap variasi dalam pemberian TTD. Meskipun
demikian, uji Hosmer and Lemeshow menunjukkan bahwa model cocok dengan data. Ini
berarti ketidaksignifikan model lebih disebabkan oleh kurangnya pengaruh variabel
independen, bukan kesalahan spesifikasi model.
Penelitian lanjutan perlu dilakukan untuk mengeksplorasi variabel lain yang mungkin lebih
relevan.
Kata Kunci: Status Gizi, Sosioekonomi, Pemberian TTD
Bahan Bacaan: 27 buku, 26 jurnal, tahun 2003 - 2025