Abstak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan metode Break Even Point
(BEP) dan Margin of Safety (MOS) dalam penetapan harga jual pada Dental Unit
Klinik Asysyifaa Leuwiliang, Bogor. Metode penelitian yang digunakan adalah
metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan studi kasus. Data yang dianalisis
merupakan data keuangan triwulan IV tahun 2023, yang meliputi biaya tetap, biaya
variabel, pendapatan, dan volume penjualan. Hasil analisis menunjukkan bahwa
rata-rata pendapatan bulanan klinik masih berada di bawah titik impas dengan nilai
BEP sebesar Rp6.600.000 dan pendapatan aktual hanya mencapai Rp5.741.333.
Selain itu, perhitungan MOS menunjukkan nilai negatif dengan rasio terendah pada
bulan November sebesar 4,84%, mengindikasikan tingkat risiko kerugian yang
tinggi. Contribution Margin yang dihasilkan pun belum optimal untuk menutup
biaya tetap, menunjukkan bahwa harga jual layanan saat ini belum efisien secara
finansial. Berdasarkan hasil tersebut, disarankan agar pihak klinik mengevaluasi
harga jual, melakukan efisiensi biaya variabel, serta meningkatkan volume layanan
untuk mencapai kestabilan keuangan. Penelitian ini menegaskan pentingnya
penggunaan analisis BEP dan MOS sebagai alat bantu manajerial dalam
pengambilan keputusan penetapan harga dan perencanaan laba jangka pendek.
Kata kunci: Break Even Point, Margin of Safety, Harga Jual, Dental Unit, Klinik
Asysyifaa.