Abstak
Gina Nurkamilah
NPM : 201105050153
Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas 4 pada Pelajaran IPA Kurikulum Merdeka di
SDI Al-Azhar 27 Cibinong Kabupaten Bogor
Dunia pendidikan saat ini sudah memasuki abad 21 sehingga proses pembelajaran
bukan lagi berpusat pada guru, tetapi berpusat pada siswa. Pembelajarannya juga
menekankan pada empat kemampuan utama, salah satunya kemampuan berpikir
kritis. Pembelajaran yang menggunakan kemampuan berpikir kritis, yaitu IPA.
Berdasarkan hasil PISA tahun 2018 yang dibuat OECD dalam kategori sains,
negara Indonesia berada pada peringkat rendah, yaitu ke-71. Sehingga
kemampuan berpikir kritis siswa perlu ditingkatkan, terutama dalam
pembelajaran IPA kurikulum Merdeka. Kemampuan berpikir kritis siswa
berbeda-beda sesuai dengan tingkatannya. Maka guru harus bisa merencanakan
pembelajaran untuk membuat siswa aktif dalam belajar sesuai dengan kebutuhan,
minat, dan bakatnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kemampuan
berpikir kritis siswa pada pelajaran IPA kurikulum Merdeka. Penelitian ini
menggunakan metode campuran jenis concurrent triangulation dengan
eksperimen one-group design, dan hanya mengambil 30 responden di kelas 4 SDI
Al-Azhar 27. Instrumen pengumpulan data kuantitatifnya menggunakan tes,
sedangkan kualitatif menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Berdasarkan hasil observasi, wawancara, dokumentasi, dan uji Paired Sample T
test dengan SPSS 26.0 for Windows. Hasil analisis kuantitatif menunjukkan nilai
rata-rata kemampuan berpikir kritis siswa, sebelum menerapkan kurikulum
Merdeka adalah 82,60. Sedangkan nilai rata-rata kemampuan berpikir kritis
siswa, setelah menerapkan kurikulum Merdeka adalah 98,06 dengan p-value sig
(2-tailed) sebesar 0,000. Maka dapat disimpulkan bahwa kurikulum Merdeka
dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa.
Kata Kunci: Pendidikan, Kemampuan Berpikir Kritis, IPA, Kurikulum Merdeka