Abstak
ARIF SYAMSUDDIN
161104080773
Kemiskinan adalah fenomena yang sangat urgent bagi Negara Indonesia.
Kemiskinan dapat dibedakan menjadi tiga macam konsep kemiskinan: kemiskinan
absolut, kemiskinan relatif dan kemiskinan subyektif. Seseorang termasuk
golongan miskin absolut apabila hasil pendapatan berada di bawah garis
kemiskinan, tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup minimum: pangan,
sandang, kesehatan, papan, pendidikan. Seseorang yang tergolong miskin relatif
sebenarnya telah hidup di atas garis kemiskinan namun masih berada di bawah
kemampuan masyarakat sekitarnya. Sedangkan miskin relatif dirumuskan
berdasarkan the idea of relative standard, yaitu dengan memperhatikan dimensi
tempat dan waktu. Asumsinya adalah kemiskinan suatu daerah berbeda dengan
daerah lainnya dan kemiskinan pada waktu tertentu berbeda dengan waktu
lainnya.
Tujuan penelitian ini, adalah untuk mengetahui konsep Islam dalam mengatasi
kemiskinan dan upaya mengatasi kemiskinan menurut Yusuf Qardhawi.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, yaitu menggunakan metode
library research
Berdasarkan hasil penelitian Islam senantiasa berusaha keras untuk
menghindarinya karena dengan kemiskinan itu bisa berdampak membahayakan
keimanan seseorang sebab Rasulullah SAW menyatakan didalam haditsnya
kefakiran itu mengakibatkan kekurangan iman sangat menekankan urgensi
bekerja bagi kaum muslimin, sehingga dikatakan bahwa bekerja merupakan
sarana utama dalam mengatasi persoalan kemiskinan. Dan anjuran bekerja sangat
ditekankan bagi orang yang memilih menganggur (pengangguran khiyariah). Dan
demikian pula konsep zakat adalah proporsional, berkeadilan, tepat guna, dan
tepat sasaran. Dan konsep zakat dapat mengurangi angka orang-orang hidup di
bawah garis kemiskinan.
Kata Kunci: Konsep Islam dalam mengatasi kemiskinan