Back


Detail Data

Fakultas FAKULTAS AGAMA ISLAM
Program Studi HUKUM KELUARGA ISLAM
Judul PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP KONSEP WALI NIKAH (STUDI DI KEBON KOPI KELURAHAN KELAPA KECAMATAN BOGOR TENGAH)
Tahun 2015
Tanggal Input 22 Aug 2025, 15.35



Abstak

ABSTRAK

FATMAWATI, NPM: 11214110073

Persepsi masyarakat terhadap Konsep Wali Nikah (Studi di Kebon Kopi Kelurahan Kebon Kelapa Kecamatan Bogor Tengah).
Yang diteliti adalah tingkat kebenaran dari persepsi masyarakat terhadap konsep wali nikah di wilayah Kebon Kelapa Kecamatan Bogor Tengah, dan faktor-faktor apa yang mempengaruhi persepsi masyarakat dalam merumuskan konsep wali nikah yang diaplikasikan masyarakat dalam kehidupan mereka seharihari.
Persepsi (perception) dalam arti sempit ialah penglihatan, bagaimana cara seseorang melihat sesuatu; sedangkan dalam arti luas ialah pemandangan atau pengertian, yaitu bagaimana seseorang memandang atau mengartikan sesuatu (Leavitt),1978). Wali dalam suatu perkawinan merupakan hukum yang harus dipenuhi bagi calon mempelai wanita bertindak menikahkannya. aqad nikah dilakukan dua belah pihak yaitu pihak laki-laki yang dilakukan oleh mempelai laki laki itu sendiri dan pihak perempuan yang dilakukan walinya. (Amir Syarifuddin, Hukum Perkawinan Islam Di Indonesia, Jakarta : Kencana prenada Media Group, 2014, h.69).
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, penelitian kuantitatif adalah penelitian yang melibatkan lima komponen informasi ilmiah, yaitu teori, hipotesis, observasi, generalisasi empiris, dan penerimaan atau penolakan hipotesis (Wallace, 1973). Mengandalkan adanya populasi dan teknik penarikan sampel. Ketiga menggunakan kuesioner untuk pengumpulan datanya. Mengemukakan variabel-variabel penelitian dalam analisis datanya. Dan berupaya menghasilkan kesimpulan secara umum, baik yang berlaku untuk populasi dan atau sampel yang diteliti. Uji hipotesis menggunakan rumus uji t-test, koefisien korelasi pearson (korelasi produk moment), digunakan untuk mengukur kekuatan hubungan antara dua variabel, atau lebih, apakah tingkat korelasinya tinggi, atau rendah, korelasinya bernilai positif atau negatif, analisis regresi linier digunakan untuk melakukan prediksi, memberikan penjelasan secara statistik pengaruh variabel-variabel bebas terhadap variabel terikat dan koefisien determinasi untuk mengukur keterwakilan variabel terikat oleh variabel bebas atau sejauh mana variabel bebas dapat menjelaskan variabel terikat.
Persepsi masyarakat terhadap konsep wali nikah di Kebon Kopi adalah 40?nar, dan termasuk dalam kriteria kurang baik faktor-faktor seperti pengetahuan /pendidikan, ilmu agama dan sikap mempengaruhi persepsi masyarakat terhadap konsep wali nikah. Terdapat hubungan yang positif, sedang dan signifikan atara kedua variabel terikat dan bebas tersebut dengan korelasi sebesar 0,5751 dengan persamaan regresi yaitu Y = 33,3336 + 0,2883X, yang berarti bila variabel bebas ditingkatkan sampai 100, maka variabel terikat akan menjadi 62,1636, dan koefisien determinasi 0,33077 yang berarti bahwa variabel X menjelaskan variabel Y sebesar 33,077%