Abstak
Kaila Putri Ramadhan
221107012457
Waktu tunggu pelayanan rawat jalan merupakan salah satu indikator mutu pelayanan rumah
sakit yang berkaitan dengan efisiensi pelayanan dan kepuasan pasien. Pemanfaatan Sistem
Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) diharapkan mampu mempercepat proses
pelayanan melalui integrasi data, pengelolaan antrean, dan administrasi pasien secara
elektronik. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan pemanfaatan SIMRS
dengan waktu tunggu pelayanan rawat jalan di Rumah Sakit Terpadu Dompet Dhuafa
Parung. Metode penelitian yaitu metode kuantitatif dengan desain cross-sectional.
Populasi penelitian adalah seluruh pasien rawat jalan yang menerima pelayanan melalui
alur SIMRS, dengan jumlah sampel sebanyak 200 responden yang diambil menggunakan
teknik accidental sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner Skala Likert untuk
mengukur pemanfaatan SIMRS dan lembar observasi/data SIMRS “Hisys” untuk
mengukur waktu tunggu pelayanan rawat jalan. Analisis data dilakukan menggunakan uji
univariat, uji normalitas Shapiro-Wilk, dan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa rata-rata waktu tunggu pelayanan rawat jalan adalah 83,35 menit
sehingga masih melebihi standar pelayanan minimal ?60 menit, sedangkan rata-rata skor
pemanfaatan SIMRS sebesar 68,08 yang menunjukkan kategori baik. Hasil uji korelasi
Spearman menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pemanfaatan
SIMRS dengan waktu tunggu pelayanan rawat jalan dengan nilai p-value sebesar 0,324
(p>0,05) dan nilai koefisien korelasi sebesar 0,070 yang menunjukkan hubungan sangat
lemah. Keseimpulan dari penelitian ini yaitu pemanfaatan SIMRS belum berhubungan
signifikan dengan waktu tunggu pelayanan rawat jalan di Rumah Sakit Terpadu Dompet
Dhuafa Parung, sehingga rumah sakit perlu memperhatikan faktor lain seperti jumlah
pasien, tenaga kesehatan, dan efisiensi alur pelayanan untuk menurunkan waktu tunggu
pasien.
Kata kunci: SIMRS, Waktu Tunggu, Pelayanan Rawat Jalan
Outpatient waiting time is one of the indicators of hospital service quality related to service
efficiency and patient satisfaction. The utilization of Hospital Management Information
Systems (SIMRS) is expected to accelerate service processes through data integration,
queue management, and electronic patient administration. The objective of this study was
to analyze the relationship between SIMRS utilization and outpatient waiting time at
Rumah Sakit Terpadu Dompet Dhuafa Parung. The method used in this study was a
quantitative method with a cross-sectional design. The study population consisted of all
outpatient patients receiving services through the SIMRS service flow, with a total sample
of 200 respondents selected using accidental sampling techniques. The research
instruments included a Likert-scale questionnaire to measure SIMRS utilization and
observation sheets/SIMRS Higest data to measure outpatient waiting time. Data analysis
was conducted using univariate analysis, Shapiro-Wilk normality testing, and Spearman
correlation analysis. The results showed that the average outpatient waiting time was 83.35
minutes, which still exceeded the minimum service standard of ?60 minutes, while the
average SIMRS utilization score was 68.08, indicating a good category. Spearman
correlation analysis showed no significant relationship between SIMRS utilization and
outpatient waiting time, with a p-value of 0.324 (p>0.05) and a correlation coefficient of
0.070, indicating a very weak relationship. The conclusion of this study is that SIMRS
utilization was not significantly associated with outpatient waiting time at Rumah Sakit
Terpadu Dompet Dhuafa Parung; therefore, hospitals need to consider other factors such as
patient volume, healthcare staff availability, and service flow efficiency to reduce patient
waiting time
Keywords: SIMRS, waiting time, Outpatient Service