Abstak
Pembentukan jiwa kepemimpinan di kalangan siswa merupakan aspek penting
dalam pendidikan karakter, khususnya di lingkungan pesantren. Penelitian ini
bertujuan untuk mendeskripsikan peran Pembina Organisasi Pelajar Darul
Muttaqien (OPDM) dalam membentuk jiwa kepemimpinan siswa kelas XII MA di
Pondok Pesantren Darul Muttaqien Bogor, serta mengidentifikasi faktor-faktor
pendukung dan penghambat dalam proses pembinaan tersebut. Penelitian ini
menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik
pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan
dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran Pembina OPDM terbagi
ke dalam tiga fungsi utama, yaitu sebagai preceptor(pembimbing), motivator, dan
evaluator. Ketiganya dijalankan dengan cukup baik, meskipun masih ditemukan
tantangan dalam hal konsistensi pembinaan personal dan pemerataan motivasi
kepada seluruh anggota. Faktor pendukung dalam pembinaan meliputi komitmen
waktu, pengalaman, komunikasi yang efektif, dan motivasi membina. Sementara
itu, hambatan yang ditemukan mencakup beban kerja Pembina, kurangnya
pelatihan formal, keterbatasan inisiatif, kelelahan emosional, serta keterbatasan
waktu. Penelitian ini menyimpulkan bahwa OPDM menjadi wadah strategis dalam
menumbuhkan jiwa kepemimpinan siswa, namun diperlukan penguatan sistemik
terhadap kapasitas pembina agar proses pembinaan lebih optimal dan
berkelanjutan.
Kata kunci: kepemimpinan siswa, peran pembina, organisasi pelajar