Abstak
Getaran merupakan salah satu parameter penting dalam evaluasi kinerja dan kondisi
kerja mesin pembakaran dalam, khususnya pada mesin dua langkah (2 tak) yang
memiliki frekuensi pembakaran tinggi, karakteristik pembakaran yang fluktuatif,
serta umumnya beroperasi dengan rasio kompresi kecil. Variasi nilai Research
Octane Number (RON) bahan bakar berpengaruh terhadap karakteristik
pembakaran, waktu pengapian, dan distribusi tekanan gas di dalam silinder, yang
selanjutnya berdampak pada respons getaran mesin. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis secara eksperimental pengaruh nilai RON bahan bakar terhadap
karakteristik getaran mesin dua tak berkapasitas 74,6 cc. Pengujian dilakukan
menggunakan mesin dua tak Parsun 3,6 HP (74,6 cc) dengan variasi bahan bakar
RON 90, 92, 95, dan 98 pada tiga variasi putaran propeller, yaitu 900 rpm, 1200
rpm, dan 1500 rpm. Pengukuran getaran dilakukan menggunakan vibration meter
digital pada beberapa titik pengukuran, meliputi blok silinder (arah vertikal,
horizontal, dan aksial), housing poros engkol, serta housing bearing propeller shaft.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat getaran mesin cenderung meningkat
seiring dengan peningkatan nilai RON bahan bakar pada seluruh variasi putaran.
Pada mesin dua tak dengan rasio kompresi kecil, penggunaan bahan bakar beroktan
tinggi menghasilkan proses pembakaran yang relatif lebih lambat dan kurang
optimal, sehingga menimbulkan fluktuasi tekanan ruang bakar yang lebih besar dan
meningkatkan amplitudo getaran. Dapat disimpulkan bahwa pemilihan nilai RON
bahan bakar yang sesuai dengan spesifikasi dan rasio kompresi mesin sangat
penting untuk menjaga kestabilan getaran dan kinerja mesin dua tak.
Kata kunci: RON, getaran mesin, mesin dua tak, pembakaran.