Abstak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara berbagai faktor dengan
perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) santri di Pesantren Alam Tahfizh
Muhammad Al-Fatih. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan
desain cross-sectional dan teknik analisis menggunakan uji Chi-Square. Responden
berjumlah 43 santri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar santri
berada pada usia remaja tengah (79,07%) dan berjenjang pendidikan SMP
(90,70%). Sebanyak 51,16% santri telah menerapkan PHBS dengan baik. Sebagian
besar santri memiliki pengetahuan yang cukup (86%), sikap yang baik (67,44%),
serta menganggap fasilitas (51,16%), kebijakan (83,72%), dan edukasi (53,49%) di
pesantren mendukung penerapan PHBS. Hasil uji bivariat menunjukkan tidak
terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan (p=0,715) dan sikap (p=0,449)
dengan PHBS. Namun, terdapat hubungan signifikan antara fasilitas (p=0,048),
kebijakan (p=0,045), dan edukasi (p=0,043) dengan PHBS santri. Penelitian ini
menyimpulkan bahwa lingkungan fisik dan kebijakan institusional lebih
berpengaruh terhadap PHBS santri dibandingkan pengetahuan dan sikap individu.
Sebagai saran, santri diharapkan meningkatkan kesadaran dalam menerapkan
PHBS melalui kebiasaan seperti cuci tangan, menjaga kebersihan, dan penggunaan
fasilitas sanitasi. Pimpinan pesantren disarankan bekerja sama dengan Puskesmas
untuk membentuk Poskestren. Peneliti selanjutnya disarankan untuk melakukan
studi serupa dengan jumlah sampel yang lebih besar guna memperkuat temuan.
Kata kunci: PHBS, santri, pesantren
Penelitian ini menggunakan 105 sumber pustaka yang terdiri dari 15 buku dan
pedoman resmi, 65 artikel jurnal ilmiah nasional maupun internasional, serta 25
dokumen daring dan kebijakan pemerintah.