Abstak
NURCAHYA KHAERUNNISA
201105040021
Wisata merupakan sektor yang berpotensi untuk dikembangkan sebagai salah satu
sumber pendapatan daerah. Program pengembangan destinasi wisata diharapkan dapat
memberikan pemasukan bagi pembangunan ekonomi. Tegalwaru adalah salah satu
contoh desa wisata pedesaan yang terletak di kecamatan Ciampea Kabupaten Bogor. Desa ini terkenal sebagai lumbung berbagai produksi pertanian serta wirausaha. Potensi wisata pedesaan Tegalwaru perlu dikembangkan lagi agar mampu menarik lebih banyak
wisatawan berkunjung ke desa tersebut. Waru Farm Land ini merupakan kawasan
Perumahan dan Wisata Islami adat Nusantara Pertama di Indonesia. Potensi Waru Farm
Land sebagai destinasi wisata halal sangat besar karena konsepnya yang islami dan
terpusat pada masyarakat Muslim. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana strategi pengembangan dalam mengelola Waru Farm Land. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif dan purposive sampling.
Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah, kondisi Waru Farm Land mencakup wahana-wahana islami sunnah rasul seperti berkuda, memanah, berenang, mini zoo serta kegiatan melukis., strategi pengembangan wisata yang dilakukan Waru Farm Land yaitu dengan cara promosi secara online dan offline. Adapun faktor pendukung yaitu kondisi kawasan yang masih asri akan kekayaan sumber daya alam dan terletak di desa wisata UMKM, sumber daya manusia didukung oleh mayoritas masyarakat setempatnya yang beragama islam dan dukungan dari Pemerintah Kecamatan Ciampea, serta faktor penghambat yaitu aksesibilitas jalan menuju lokasi dan kurangnya pengetahuan masyarakat tentang wisata halal.
Kata kunci: strategi, pengembangan, wisata halal