Abstak
Ria Apriyani 191104010896
Pasar modal memiliki peran besar bagi perekonomian di suatu negara
sehingga dapat dikatakan sebagai salah satu tolak ukur untuk mengetahui kondisi
perekonomian di suatu negara. Pasar modal adalah salah satu penghubung antara
para investor dengan perusahaan (emiten) melalui perdagangan instrument tersebut.
Pasar modal merupakan sarana alternatif bagi investor untuk menanamkan
modalnya dalam kegiatan investasi jangka panjang. Seorang investor tentunya
harus memikirkan situasi pergerakan harga saham sebelum melakukan investasi di
pasar modal dengan memperhatikan pergerakan indeks harga saham gabungan di
buersa efek inodnesia. Terdapat beberapa faktor makroekonomi yang dapat
mempengaruhi terbentuknya harga saham yaitu inflasi, kurs dan suku bunga.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Inflasi, Kurs dan Suku
Bunga terhadap Indeks Harga saham Gabungan di Bursa Efek Indonesia periode
2020-2022 baik secara parsial maupun secara simultan. Jenis data dalam penelitian
ini adalah data kuantitatif dan sumber data adalah data sekunder yang diperoleh dari
Bursa Efek Indonesia dan Bank Indonesia. Metode analisis data pada penelitian ini
menggunakan Eviews12 dan melakukan analisis uji asumsi klasik, uji regresi linear
berganda, uji hipotesis dan uji determinasi. Populasi dalam penelitian ini yaitu
seluruh data time series terdiri dari inflasi, kurs, suku bunga dan indeks harga saham
gabungan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa secara parsial (uji t) inflasi
berpengaruh signifikan terhadap indeks harga saham gabungan, variabel kurs
berpengaruh signifikan terhadap indeks harga saham gabungan dan variabel suku
bunga berpengaruh signifikan terhadap indeks harga saham gabungan. Sedangkan
hasil pengujian secara simultan (uji f) menunjukkan bahwa variabel inflasi, kurs
dan suku bunga berpengaruh signifikan terhadap indeks harga saham gabungan
periode 2020-2022.
Kata Kunci : Indeks Harga Saham Gabungan, inflasi, kurs dan suku bunga