Back


Detail Data

Fakultas FAKULTAS TEKNIK DAN SAINS
Program Studi TEKNIK SIPIL
Judul EVALUASI PERENCANAAN PENINGKATAN JALAN DI KOTA BOGOR MENGGUNAKAN PERKERASAN KAKU
Tahun 2017
Tanggal Input 20 Oct 2025, 13.29



Abstak

Novianto Suntara
131105120627
Kota Bogor merupakan kota yang memiliki karakteristik cuaca dengan tingkat curah hujan yang cukup tinggi tiap tahunnya. Berdasarkan fakta tersebut, pemerintah Kota Bogor selalu dihadapkan pada permasalahan kerusakan jalan yang diakibatkan oleh curah hujan yang tinggi. Tahun 2016 BMKG stasiun Dramaga Bogor merilis nilai rata-rata curah hujan Kota Bogor mencapai 4163,02 mm/tahun, fakta inilah yang menjadi alasan tersebut pemerintah Kota Bogor selalu dihadapkan pada permasalahan kerusakan jalan terutama pada Jalan Ciremei Ujung akibat curah hujan rata-rata yang tinggi. Penggunaan perkerasan kaku merupakan salah satu solusi yang bisa digunakan untuk karakteristik daerah yang memiliki karakteristik curah hujan yang tinggi, selain itu perkerasan kaku memiliki keunggulan dalam hal masa pelayanan yang cukup lama dan mudah dalam hal perawatan. Perhitungan tebal perkerasan kaku pada Jalan Ciremei
Ujung Kota Bogor menggunakan metode NAASRA (National Association of Australian State Road Authorities). Gambar rencana menggunakan program AutoCAD dan untuk menghitung anggaran pelaksanaan pekerjaan menggunakan analisa harga satuan pekerjaan yang dikeluarkan oleh Dinas Binamarga dan Sumber Daya Air Kota Bogor. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah tebal rencana perkerasan kaku dengan tebal 250 mm, sedangkan untuk lapis pondasi bawah menggunakan Campuran Beton Kurus (CBK) dengan tebal 70 mm dengan lebar pelat 5000 mm dan panjang pelat 5000 mm (jarak antar sambungan).Gambar rencana dibagi kedalam 3 bagian, yaitu gambar potongan melintang jalan terbagi menjadi 19 bagian dengan panjang jalan setiap 50 m, gambar susunan tulangan dowel dan tie bars terbagi menjadi 2 bagian dan gambar detail
sambungan terbagi menjadi 2 bagian. Anggaran biaya pelaksanaan pekerjaanperkerasan kaku berdasarkan kebutuhan volume bahan adalah sebesar Rp. 2.331.615.973,50.
Kata Kunci: Kondisi eksisting, Perkerasan kaku, Metode NAASRA.


Preview