Back


Detail Data

Fakultas FAKULTAS ILMU KESEHATAN
Program Studi KESEHATAN MASYARAKAT
Judul ANALISIS KESESUAIAN PEMASANGAN DAN PEMELIHARAAN APAR DI PUSKESMAS CIGUDEG
Tahun 2025
Tanggal Input 14 Jan 2026, 10.51



Abstak

ANALISIS KESESUAIAN PEMASANGAN DAN
PEMELIHARAAN APAR DI PUSKESMAS CIGUDEG

RADEN DAFILLAH FAZRI

Puskesmas sebagai fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama memiliki
potensi bahaya kebakaran akibat penggunaan alat bertegangan listrik, bahan mudah
terbakar, dan intensitas pengunjung yang tinggi. Salah satu langkah mitigasi penting
dilakukan adalah pemasangan dan pemeliharaan Alat Pemadam Api Ringan
(APAR) sesuai dengan standar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
kesesuaian pemasangan dan pemeliharaan APAR sebagai proteksi kebakaran aktif
di Puskesmas Cigudeg. Adapun fokus penelitian diarahkan pada pelaksanaan
identifikasi risiko kebakaran, serta evaluasi pemasangan dan pemeliharaan APAR
berdasarkan Permenaker No. 4 Tahun 1980, Permen PU No. 26 Tahun 2008, dan
NFPA 10.
Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik
pengumpulan data melalui observasi, telaah dokumen, dan wawancara mendalam
terhadap enam informan yang dipilih dengan menggunakan teknik purposive
sampling, sedangkan analisis dilakukan secara tematik melalui proses reduksi data
dan divalidasi menggunakan triangulasi sumber.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ruang dapur dan gudang memiliki
tingkat risiko kebakaran tertinggi di Puskesmas Cigudeg, sedangkan ruang
administrasi, tindakan medis, penunjang medis, serta area genset termasuk dalam
kategori risiko sedang. Dari delapan unit APAR yang diamati, enam unit dinilai
telah sesuai dengan ketentuan pemasangan, sementara dua unit lainnya belum
memenuhi standar karena adanya ketidaksesuaian seperti tanda pemasangan yang
tidak sesuai ukuran, pemasangan unit tidak digantung, serta posisi penempatan
yang terlalu berdekatan. Dari aspek pemeliharaan, enam unit APAR dikategorikan
cukup dan dua unit lainnya tergolong baik. Kondisi ini menunjukkan bahwa
pemeliharaan APAR belum dilaksanakan secara optimal, yang ditandai dengan
minimnya dokumentasi inspeksi, belum jelasnya penanggung jawab internal, serta
masih bergantung pada pihak vendor dalam kegiatan pemeriksaan dan pengisian
ulang.
Perlu dilakukan perbaikan dalam pengawasan teknis, pelabelan, dan
pengadaan unit tambahan di titik berisiko. Rekomendasi ditujukan pada penguatan
inspeksi berkala dan pelatihan teknis bagi petugas untuk memastikan kesiapan
APAR dalam kondisi darurat.

Kata Kunci : APAR, proteksi kebakaran, puskesmas, pemeliharaan,
pemasangan
Referensi : 13 Buku, 19 Jurnal