Back


Detail Data

Fakultas FAKULTAS AGAMA ISLAM
Program Studi KOMUNIKASI PENYIARAN ISLAM
Judul DAMPAK TOXIC FRIENDSHIP PADA KOMUNIKASI INTERPERSONAL REMAJA MASJID QUTBU KAROMATUL ATKIYA
Tahun 2024
Tanggal Input 09 Jul 2025, 15.00



Abstak

Imam Syahrul
191105030129
Masa remaja merupakan masa peralihan dari masa anak-anak menuju masa dewasa.
Masa remaja biasanya memiliki energi yang besar dan emosi yang bergejolak, namun
pengendalian diri yang belum sempurna. Menurut World Health Organization (WHO, 2020), seseorang dinyatakan remaja berada pada rentang usia 10-19 tahun yang sedang mengalami perubahan secara fisik, emosional dan sosial dan mudah terkena masalah kesehatan mental karena adanya paparan terhadap kemiskinan, pelecehan dan perilaku kekerasan. Maka dari itu, perlu adanya pemantauan perkembangan emosi pada anak yang mulai tumbuh remaja.
Remaja yang memiliki kemampuan interaksi sosial yang merugikan sulit dalam menjalin
hubungan pertemanan dan lebih suka menyendiri, sukanya bermusuhan, marah-marahan, menyendiri, dan cenderung tidak banyak memiliki teman, Masalah-masalah ini dapat membuat pertemanan antar sesama manusia menjadi terganggu dan dapat mengakibatkan suatu kelompok terpisah menjadi individu. Masalah ini juga harus diselesaikan dengan segera jika tidak, pasti nanti diri kita lah yang menderita. Masalah lain yang muncul adalah ketika kita mau menyingkirkan seorang teman toxic kita, kadang kita merasa kasihan yang tadinya melakukan segala sesuatunya bersama kita, sekarang malah terpisah yang membuat mereka kesepian. Namun, jika kita memilih untuk melanjutkan pertemanan dengan seseorang yang toxic tadi, malahan pihak kita yang menderita, baik itu menderita pada batin, maupun fisik. Adapun tujuan penelitian dari penelitian ini adalah 1). Untuk mengetahui adanya toxic friendship. 2). Untuk mengetahui apa saja dampak yang timbul dari toxic friendship. 3). Untuk mengetahui bagaimana cara mengatasi perilaku toxic friendship. Pendekatan yang digunakan peneliti adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif yang bersifat fleksibel, luwes, dan terbuka, serta lebih memfokuskan pada penggambaran fenomena toxic yang menjadi fokus penelitian, dan dalam pelaksanaannya, data serta teori digali sedalam-dalamnya agar hasil temuan mampu dideskripsikan secara utuh, Dalam penelitian ini, peneliti juga menggunakan metode mils & hubberman, kegiatannya yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Reduksi Data yaitu melakukan penelitian ke lapangan dengan mengobservasi perilaku remaja yang terkena dampak toxic friendship. melakukan wawancara mendalam kepada anggota remaja masjid
Qutbu Karomatul Atkiya.. Berdasarkan dari penelitian yang dilakukan dengan melakukan
wawancara kepada beberapa informan yang memiliki kriteria yang dibutuhkan, maka hasil penelitian ini akan menjelaskan tentang Dampak Toxic Friendship Pada Remaja Masjid Qutbu Karomatul Atkiya yang berfokus pada beberapa indikator yaitu insecure, depresi dan rasa percaya diri yang rendah. Berdasarkan hasil wawancara terhadap subjek, disebutkan bahwa Alvin, Reza dan Janu korban toxic friendship yang terkena beberapa dampak dari temannya sendiri.
Kata Kunci : Toxic Friendship, Remaja Masjid, Perilaku.


Preview