Abstak
Rifki Wardatul Janah
191105050548
Berpikir kritis merupakan salah satu keterampilan yang harus dimiliki oleh peserta didik pada kurikulum 2013 terutama pada pembelajaran abad 21. Rendahnya peringkat Indonesia pada hasil PISA dalam kategori berpikir kritis, berada pada peringkat 64 dari 65 negara menjadi hal penting dari penelitian ini. Rendahnya keterampilan berpikir siswa disebabkan keterampilan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran IPA masih belum maksimal. Berdasarkan observasi yang dilakukan peneliti dalam proses pembelajaran bahan ajar yang lebih banyak menggunakan buku saja sehingga pembelajaran tidak berjalan dengan interaktif. Hal ini menyebabkan keterampilan berpikir kritis siswa kurang terlatih. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar berupa e-modul pembelajaran berbasis project based learning yang meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa kelas 5 SD secara efektif. Metode pengembangan pada penelitian ini menggunakan model 4-D dari Thiagarajan (1974), yaitu Define, Design, Development, dan Dessimination. Instrument yang digunakan pada penelitian ini yaitu wawancara, angket, dan observasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa e-modul pembelajaran IPA berbasis project based learning valid dengan hasil validasi materi sebesar 75,6%,hasil validasi media sebesar 84,5%, dan hasil validasi Bahasa sebesar 81,25%. Selain itu responss siswa dari uji perorangan sebesar 97%, pada uji coba kelompok kecil sebesar 90%, dan pada uji kelompok besar sebesar 87%. Analisis kuantitatif dengan uji independent sample t-test menggunakan SPSS 26 for Windows menunjukkan terdapat perbedaan rata-rata hasil observasi akhir antara kelas eksperimen dan kelas kontrol sebesar 2,625 dengan p-value sig (2-tailed) sebesar 0,000. Hasil tersebut didapatkan dari responsden siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan e-modul dalam pembelajaran telah meningkatkan berpikir kritis siswa.
Kata Kunci: E-modul, Berpikir Kritis, IPA, Project Based Learning