Abstak
Penelitian ini dilatar belakangi oleh pentingnya peran guru Fiqh dalam membentuk
karakter dan ketaatan peserta didik terhadap ibadah, khususnya shalat. Di
lingkungan sekolah, guru tidak hanya berperan sebagai penyampai materi, tetapi
juga sebagai pembimbing spiritual dan teladan dalam praktik keagamaan. Kondisi
awal menunjukkan bahwa sebagian peserta didik belum melaksanakan shalat secara
konsisten dan belum memahami pentingnya ibadah shalat dalam kehidupan sehari
hari.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran guru mata pelajaran
Fiqh dalam meningkatkan ketaatan ibadah shalat peserta didik kelas XI A di MTs
Al-Ahsan Kayu Manis Bogor, serta untuk mengetahui metode yang digunakan guru
dan bagaimana dampaknya terhadap peningkatan ketaatan siswa.Penelitian ini
menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik
pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Subjek penelitian ini adalah guru Fiqh dan peserta didik kelas XI A.Hasil penelitian
menunjukkan bahwa guru Fiqh memiliki peran yang sangat signifikan dalam
meningkatkan ketaatan ibadah shalat siswa, baik sebagai edukator, motivator,
maupun teladan dalam beribadah. Metode yang digunakan antara lain ceramah,
pembiasaan, keteladanan, dan pengawasan langsung. Kelebihan dari peran guru ini
adalah mampu membentuk kedisiplinan dan kesadaran spiritual peserta didik,
sementara kekurangannya adalah masih adanya keterbatasan dalam pengawasan di
luar jam sekolah. Secara umum, kehadiran guru Fiqh terbukti berkontribusi besar
dalam menumbuhkan semangat beribadah dan membentuk karakter religius peserta
didik.
Kata kunci: Peran Guru, Fiqih, Ketaatan Shalat, Pendidikan Islam, Pembiasaan
Ibadah.