Abstak
Penelitian ini dilakukan untuk mengonversi limbah energi panas dari knalpot
serta energi kinetik roda sepeda motor menjadi sumber energi alternatif guna
pengisian baterai lithium. Sistem dirancang dengan memadukan generator
termoelektrik dan generator sepeda sebagai pembangkit listrik. Generator
termoelektrik beroperasi berdasarkan perbedaan suhu antara sisi panas knalpot dan
sisi dingin heatsink, sedangkan generator sepeda menghasilkan energi listrik dari
putaran roda kendaraan. Berdasarkan hasil pengujian, pada suhu 80°C generator
termoelektrik menghasilkan tegangan antara 4,057–4,259 V dengan arus sebesar
0,1 mA, sementara generator sepeda pada kecepatan rata-rata 239 rpm atau setara
22,52 km/jam menghasilkan tegangan 4 V dengan arus 1,23 mA. Proses pengisian
baterai menunjukkan kenaikan tegangan dari 1,288 V menjadi 3,380 V dalam durasi
sekitar 22 menit. Hasil ini membuktikan bahwa kombinasi antara limbah panas
knalpot dan energi kinetik roda mampu dimanfaatkan secara efektif sebagai sumber
energi alternatif yang efisien serta ramah lingkungan untuk pengisian baterai
lithium.
Kata kunci: energi panas, energi kinetik, generator termoelektrik, generator sepeda,
baterai lithium