Abstak
Dalam proses pembelajaran sering kali guru menemukan masalah. Di antara masalah
tersebut adalah siswa malas belajar, rendahnya minat belajar, rendahnya motivasi belajar,
rendahnya hasil belajar dan kurangnya partisipasi siswa di dalam kelas. Sehingga suasana
belajar menjadi kurang menyenangkan. Masalah tersebut dapat diminimalisir dengan
membuat perencanaan pembelajaran Keterlibatan siswa secara aktif akan mendorong
siswa untuk lebih mengerti apa yang mereka lakukan, sehingga memberikan pemahaman
lebih baik. Belajar aktif tidak dapat terjadi tanpa partisipasi siswa. Dalam hal ini maka
guru harus mengubah suasana belajar yang lebih melibatkan siswa dalam proses
pembelajaran. Dengan demikian siswalah yang berperan aktif dalam proses pembelajaran.
Dalam arti siswa mencari tahu jawaban permasalahan yang diberikan guru secara
bersama-sama di dalam kelompoknya. Maka dari itu terjadilah interaksi aktif antar siswa.
Bagi siswa yang belum memahami materi bisa berdiskusi dengan teman sekelompoknya
Oleh sebab itu guru bukan hanya mengajar melainkan mempunyai makna sadar dan kritis
terhadap mengajar dan menggunakan kesadaran dirinya untuk mengadakan perubahan
perubahan dan perbaikan dalam proses pembelajarannya. Berdasarkan uraian dalam
penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terjadi Peningkatan Hasil Belajar Siswa Melalui
Metode Kerja Kelompok dalm pembelajaran PKn kelas V MI Miftahul Athfal 03. Tingkat
ketuntasan hasil belajar siswa dari siklus I dan Siklus II terjadi peningkatan sebesar 32%,
maka target yang diinginkan telah tercapai untuk ketuntasan hasil belajar siswa, karena
pada akhir siklus telah mencapai sesuai indikator keberhasilan yang ditentukan yaitu 86%.
Kata kunci : Kerja kelompok, Keaktifan, Belajar