Back


Detail Data

Fakultas FAKULTAS ILMU KESEHATAN
Program Studi KESEHATAN MASYARAKAT
Judul FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN BURNOUT SYNDROME PADA TENAGA PENDIDIK DI SMKN 1 CIBINONG
Tahun 2023
Tanggal Input 17 Jun 2025, 15.10



Abstak

“FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN BURNOUT
SYNDROME PADA TENAGA PENDIDIK DI SMKN 1 CIBINONG”
RADEN CAHYA KAMILA OCTORA 191107011144
Burnout adalah kondisi dalam lingkup pekerjaan yang dialami seseorang berupa
perasaan yang ditandai dengan adanya kelelahan emosional, depersonalisasi, dan
menurunnya rasa pencapaian pribadi terkait dengan pekerjaan. Tujuan penelitian
ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan burnout syndrome
pada guru di SMKN 1 Cibinong. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif
dengan desain cross sectional. Populasi penelitian sebanyak 106 guru dan sampel
56 guru. Teknik sampling yang digunakan adalah probability sampling dengan
metode simple random sampling menggunakan instrumen penelitian kuesioner The
Maslach Burnout Inventory Educator Survey (MBI-ES), Teachers’ Sense of
Efficacy Scale (TSOES) dan HSE 2003. Analisis data menggunakan uji chi-square.
Hasil uji statistik menggunakan SPSS 25.0 menunjukkan bahwa variabel yang
berhubungan secara signifikan terhadap burnout syndrome terdiri dari variabel
status pernikahan (p-value=0,026), self-efficacy (p-value=0,29), dan stres kerja (p
value=0,001), sedangkan variabel yang tidak berhubungan terdiri dari variabel usia
(p-value=0,119), jenis kelamin (p-value=0, 739), dan masa kerja (p-value=0,119).
Untuk menurunkan burnout syndrome yang terjadi pada guru dapat dilakukan
dengan cara memberikan dukungan kepada rekan kerja, menciptakan lingkungan
kerja yang nyaman dengan suasana kekeluargaan. Saran bagi peneliti selanjutnya
yaitu dapat menggunakan sasaran dibidang lain dan meneliti variabel personaliti
seperti kontrol diri, coping, dan self-strategy.
Kata Kunci: burnout syndrome, guru, self-efficacy, stres kerja


Preview