Abstak
Taufik Kurahman
181106011326
ANALISIS TINGKAT KERUSAKAN JALAN PADA LAPIS PEMUKAAN
JALAN Apabila pada suatu ruas jalan terjadi kerusakan, maka akan menimbulkan
dampak pada arus lalu lintas, seperti yang terjadi pada jalan Setu Kaum sampai
jalan raya Ciherang. Jalan Setu Kaum dan jalan raya Ciherang berlokasi di Desa
Ciherang, Kec. Dramaga, Kabupaten Bogor. Penggunaan jalan yang berkelanjutan
dapat menyebabkan timbulnya kerusakan pada jalan yang merugikan pengguna
jalan, sehingga perlu adanya analisis untuk mengetahui jenis dan tingkat kerusakan
pada jalan. Metode Surface Distress Index (SDI) adalah sistem penilaian kondisi
perkerasan jalan berdasarkan dengan pengamatan visual dan dapat digunakan
sebagai acuan dalam usaha pemeliharaan jalan. Dalam pelaksanaan metode SDI,
data yang digunakan yaitu berdasarkan hasil dari Survey Kondisi Jalan (SKJ).
Dalam survey kondisi jalan terdapat 4 variabel utama yang nantinya akan
dimasukkan kedalam perhitungan, yaitu persentase luas retak (%), rata-rata lebar
retak (mm), jumlah lubang per 100 m dan rata-rata kedalaman alur (cm). Jenis
kerusakan jalan yang ada pada ruas Jalan Setu Kaum – Jl. Raya Ciherang Sta. 0+100
sampai dengan Sta. 1+400 memiliki beberapa tipe kerusakan, seperti; retak buaya,
lubang, penurunan/ambles, kegemukan, pelepasan butir, retak pinggir, jembul,
bergelombang/ keriting, alur, dan pengausan. Berdasarkan hasil analisa tingkat
kerusakan jalan pada ruas jalan Setu Kaum – Jl. Raya Ciherang menunjukkan
bahwa nilai Surface Distress Index (SDI) memiliki persentase kondisi permukaan
sebesar 50 ?ngan kondisi baik, 21,43 ?ngan kondisi sedang, 21,43 ?ngan
kondisi rusak ringan dan 7,14 ?ngan kondisi rusak berat. Adapun untuk jenis
penanganan jalan, terdapat 7 segmen dengan nilai SDI <50 berupa pemeliharaan
rutin, 3 segmen dengan nilai SDI 50 – 100 berupa pemeliharaan berkala, 3 segmen
dengan nilai SDI 100 – 150 berupa rehabilitasi jalan dan 1 segmen dengan nilai SDI
>150 berupa rekonstruksi jalan.
Kata Kunci: kerusakan jalan, pemeliharaan jalan, metode SDI.