Abstak
Yoga Putra Hardiyanto
161105130628
Alat perpindahan panas atau yang sering di sebut Heat exchanger (HE) merupakan alat perpindahan panas yang bisa digunakan pada industri besar maupun kecil. HE ini mentransfer atau mendistribusikan energi panas antara dua maupun lebih fluida, antara fluida dengan fluida, sebagai alat sterilisasi, alat pembuang panas dan mengontrol proses fluida. HE terbuat dari stainless steel 201 di sambung dengan pengelasan tungsten iner gas welding (TIG). Tujuan pada penelitian kali ini adalah menganalisa kekuatan sambungan las berdasarkan logam induk, logam las. Penguian dilakukan meliputi uji hidrostatik dengan tekanan kerja 2 bar. Hasil arah tegangan aktual material 2 × 105 ?/?2. Tegangan tarik ijin dan tegangan geser pada material sebesar 6,25 × 104?/?2 dan 6,25×104?/?2 dengan perbandingan ketahanan maksimal tegangan tarik dan geser bahan 2,82 × 108?/ ?2 dan 6,85 ×108?/?2. Tegangan tarik ijin dan tegangan geser ijin pada sambungan las bagian samping kiri dan kanan sebesar 1,26 × 106?/?2 dan 1,26 × 106?/?2. Tegangan tarik ijin dan tegangan geser ijin sambungan las bagian depan dan belakang sebesar 9,9 × 106?/?2 dan 9,9 × 106?/?2 . engan perbandingan ketahanan maksimal tegangan tarik dan geser sambungan las 2,06 × 108?/?2 dan 5,17×108?/?2pengujian dilakukan sampai dengan
tekanan 25 bar sehingga terjadi perubahan struktur pada HE. Pengujian dinyatakan aman karna hasil pengujian tidak melebihi batas teganan yang telah di tentukan pada kualifikasi bahan, namun perlu di perhatikan pada bagian sambungan saat pemasangan shealtip karna bisa terjadi kebocoran pada sambungan.
Kata kunci : Heat Exchanger, pengelasan TIG, tegangan tarik, tegangan geser, pengujian hidrostatik, sambungan las