Abstak
Perkembangan teknologi digital dan internet telah mengubah pola komunikasi masyarakat,
salah satunya melalui platform YouTube yang kini menjadi rujukan utama ibu generasi
milenial dalam mencari informasi pengasuhan anak (parenting). Meskipun konten
parenting marak di media sosial, penelitian yang secara khusus mengkaji bagaimana nilai
pengasuhan Islam dikonstruksikan sebagai realitas media baru masih sangat terbatas.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, mendeskripsikan, serta menganalisis
konstruksi nilai-nilai parenting Islam dan pesan dakwah yang ditampilkan melalui interaksi
dalam vlog YouTube Keluarga Moya Poya. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian
ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi kualitatif (Qualitative Content
Analysis) untuk mengkaji konten vlog YouTube Keluarga MOYAPOYA dengan
memperhatikan konteks produksi, penyajian, serta interaksi yang terjadi di dalamnya. Hasil
penelitian terhadap enam sampel video kanal YouTube Keluarga MOYAPOYA
mengidentifikasi enam kategori nilai parenting Islam yang dikonstruksikan secara
konsisten, yaitu nilai tauhid, birrul walidain, muraqabah , ibadah dan sosial, adab dan
etika, serta keteladanan (uswatun hasanah). Pesan dakwah dalam konten ini disampaikan
melalui pendekatan dakwah bil hal atau keteladanan tindakan nyata dalam kehidupan
sehari-hari, bukan melalui ceramah formal. Berdasarkan kerangka teori Konstruksi Sosial
Realitas Peter L. Berger dan Thomas Luckmann, penelitian ini menemukan bahwa nilai
nilai parenting Islam dalam vlog Keluarga MOYAPOYA dikonstruksi melalui tiga tahapan
dialektis yang berlangsung secara simultan, yaitu eksternalisasi, objektivasi, dan
internalisasi.
Kata Kunci: Parenting Islam, YouTube, Konstruksi sosial, Media Baru, Konten Vlog