Abstak
Khofifah Wida Ningsih
191107011164
Kebakaran adalah salah satu bencana yang tidak diinginkan karena dapat menimbulkan kerugian bagi banyak pihak. Pusat Kesehatan Masyarakat memiliki beberapa aktivitas kerja yang beresiko mengalami kebakarakan dikarnakan dalam kegiatannya menggunakan daya listrik dan terdapat tabung tabung gas betekanan bahan kimia yang mudah terbakar dan meledak. APAR dan sarana penyelamat merupakan sarana yang wajib disediakan dalam upaya mencegah terjadinya kebakaran sebagai keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di tempat kerja. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi penerapan APAR dan sarana penyelamatan bedasarkan standar yang berlaku. Metode penelitian menggunakan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data secara triangulasi yaitu gabungan dari wawancara, observasi dan dokumentasi. Insturmen penelitian menggunakan lembar observasi dan pedoman wawancara. Hasil penelitian kesesuaian bedasarkan peraturan dan standar yang
berlaku menunjukan tingkat penerapan termasuk kedalam kategori kurang, meliputi APAR yang tidak sesuai sebesar (53,3%), dan tingkat penerapan sarana penyelamatan sebesar 92.5%, termasuk kedalam kategori baik yang meliputi sarana Jalur evakuasi (94%) Tangga (100%) dan pintu (66.7%). Saran yang diberikan yaitu penempatan dan pemasangan tanda pengenal APAR serta dilakukan pemeliharan APAR dan pemasangan rambu tempat titik kumpul.
Kata kunci: puskesmas, kebakaran, APAR, Sarana penyelamatan