Abstak
Komunikasi interpersonal dalam sebuah organisasi memiliki
peran yang sangat penting bagi keberlangsungan sebuah
organisasi untuk mencapai tujuan bersama serta visi misi yang
telah disepakati. Adanya komunikasi interpersonal yang kurang
efektif dapat menimbulkan terhambatnya ide, gagasan,
informasi, serta program kerja organisasi tidak berjalan secara
maksimal. Selain itu, buruknya implementasi komunikasi
interpersonal tidak hanya berdampak terhadap kinerja pengurus
secara individu, akan tetapi berdampak terhadap tingkat
keberhasilan suatu organisasi secara keseluruhan. Gagalnya
sebuah organisasi dalam membangun komunikasi yang baik
seringkali mengalami masalah dalam perencanaan strategi serta
pengambilan keputusan. Adanya tujuan dari penelitian ini untuk
menganalisis pola komunikasi interpersonal dan seberapa
penting peran komunikasi tersebut dalam sebuah organisasi
serta hambatan yang dihadapai dan cara penyelesaiannya.
Penelitian ini menggunakan pendekatan metode kualitatif
deskriptif melalui unit analisis yang digunakan yaitu suatu
kegiatan atau kinerja organisasi dalam menjalankan program
kerjanya dengan teknik pengambilan data sekunder dan primer.
Hasil penelitian menunjukan bahwa pola komunikasi
interpersonal yang terbangun dalam struktur organisasi IDC
Korwil UIKA mencerminkan prinsip-prinsip utama yang
dikemukakan oleh Joseph A. DeVito, yakni keterbukaan
(openness), empati (empathy), dukungan (supportiveness), dan
kesetaraan (equality). Selain itu, adanya kontribusi positif dari
komunikasi interpersonal terhadap siklus program kerja, mulai
dari tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi. Adapun
hambatan yang dihadapi yaitu mulai dari keterlambatan
penyampaian informasi, kurangnya responsifitas anggota,
hingga miskomunikasi antar divisi karena penyampaian data
yang belum lengkap, dan lain lain. Akan tetapi hambatan
tersebut mampu ditangani secara internal dengan pendekatan
evaluatif dan kolaboratif.
Kata Kunci: Komunikasi Interpersonal, Program Kerja,
Organisasi