Abstak
Motivasi belajar merupakan faktor penting yang memengaruhi ketercapaian target hafalan
Al-Qur'an santri. Namun, motivasi tersebut bersifat dinamis dan dipengaruhi oleh berbagai
faktor sehingga capaian hafalan setiap santri berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk
mendeskripsikan dinamika motivasi belajar, ketercapaian target hafalan Al-Qur'an, serta
kendala yang dihadapi santri di Ma'had Darul Azhar Wal Hikmah, Terengganu, Malaysia.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data
dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis
menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahap pengumpulan data, reduksi data,
penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi
belajar santri berkembang dari motivasi eksternal, seperti dorongan keluarga dan
lingkungan, menjadi motivasi internal berupa kesadaran menghafal Al-Qur'an sebagai
ibadah, meskipun mengalami fluktuasi akibat kesulitan hafalan, kejenuhan, serta kondisi
fisik dan psikologis. Ketercapaian target hafalan menunjukkan hasil yang beragam, yaitu
satu santri mencapai 30 juz (12,5%), empat santri mencapai 5–6 juz (50%), dan tiga santri
mencapai 1 juz (37,5%), yang dipengaruhi oleh konsistensi, kedisiplinan, ketekunan,
strategi muraja'ah, serta bimbingan musyrif/musyrifah. Kendala yang dihadapi meliputi
kurang fokus, mudah lupa, rasa malas, kelelahan, metode muraja'ah yang kurang variatif,
keterbatasan media pembelajaran, dan pengaruh teman sebaya. Kendala tersebut diatasi
melalui peningkatan intensitas muraja'ah, pengelolaan waktu istirahat, serta dukungan
musyrif/musyrifah dan teman sebaya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa motivasi belajar
berperan penting dalam mendukung ketercapaian target hafalan Al-Qur'an sehingga
diperlukan pembinaan yang berkelanjutan untuk mengoptimalkan proses tahfizh santri.
Kata kunci: motivasi belajar, target hafalan, santri tahfizh, Darul Azhar Wal Hikmah.