Abstak
Alfath Nur Fauzan
1811070761
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam mengonsumsi makanan sehat masih tergolong
rendah, ditunjukkan dengan 83,5% penduduk kurang mengonsumsi sayur, 87,3% masih
mengonsumsi bumbu penyedap, dan 73,1% mengonsumsi makanan serta minuman manis.
Peran orang tua dan guru sangat penting dalam membentuk perilaku siswa, terutama pada usia
anak dan remaja. Hasil observasi awal menunjukkan masih ditemukan sampah yang
berserakan, kondisi kelas yang kurang tertata, serta perilaku PHBS siswa yang belum optimal
akibat kurangnya edukasi mengenai pentingnya PHBS.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan, sikap, dan perilaku hidup
bersih dan sehat pada siswa di MI Nurudda'wah Tahun 2024. Penelitian menggunakan metode
kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian berjumlah 30 siswa dengan teknik
pengambilan sampel menggunakan total sampling, sehingga seluruh populasi dijadikan sampel
penelitian.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 5 responden (16,7%) memiliki pengetahuan
baik, 5 responden (16,7%) memiliki pengetahuan sedang, dan 20 responden (66,7%) memiliki
pengetahuan kurang. Sebanyak 27 responden (90%) memiliki sikap baik dan 3 responden
(10%) memiliki sikap sedang terhadap PHBS. Selain itu, sebanyak 24 responden (80%)
memiliki perilaku PHBS yang baik dan 6 responden (20%) memiliki perilaku kurang baik.
Sekolah diharapkan dapat memperkuat program PHBS melalui pelatihan rutin bagi siswa, guru,
dan tenaga kependidikan. Siswa diharapkan lebih aktif menerapkan PHBS, sedangkan
puskesmas diharapkan terus memberikan penyuluhan kesehatan secara berkala di sekolah.
Kata Kunci : PHBS, Sikap, Pengetahuan, Perilaku, Madrasah Ibtidaiyah
Clean and Healthy Living Behavior (CHLB) related to healthy food consumption remains
relatively low, as indicated by 83.5% of the population consuming insufficient vegetables,
87.3% still consuming flavor enhancers, and 73.1% consuming sweet foods and beverages. The
role of parents and teachers is essential in shaping students' behavior, particularly during
childhood and adolescence. Preliminary observations revealed scattered waste, poorly
organized classrooms, and suboptimal implementation of CHLB among students, which may
be influenced by inadequate health education regarding the importance of clean and healthy
living behavior.
This study aimed to describe the knowledge, attitudes, and clean and healthy living behavior
of students at MI Nurudda'wah in 2024. This study employed a quantitative method with a
cross-sectional design. The study population consisted of 30 students, and total sampling was
applied, resulting in 30 respondents.
The results showed that 5 respondents (16.7%) had good knowledge, 5 respondents (16.7%)
had moderate knowledge, and 20 respondents (66.7%) had poor knowledge regarding CHLB.
A total of 27 respondents (90%) demonstrated positive attitudes, while 3 respondents (10%)
had moderate attitudes toward CHLB. In addition, 24 respondents (80%) exhibited good clean
and healthy living behavior, whereas 6 respondents (20%) demonstrated poor behavior.
Schools are expected to strengthen CHLB programs through regular training for students,
teachers, and educational staff. Students are encouraged to actively implement CHLB
practices, while community health centers are expected to provide regular health education
programs in schools.
Keywords : Clean and Healthy Living Behavior, Attitude, Behavior, Islamic Elementary School