Back


Detail Data

Fakultas FAKULTAS AGAMA ISLAM
Program Studi PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH
Judul PENGEMBANGAN BAHAN AJAR TEMATIK TERINTEGRASI NILAI-NILAI ISLAM UNTUK MENINGKATKAN KARAKTER RELIGIUS SISWA KELAS 5 MI AL-FALAH CIBINONG
Tahun 2018
Tanggal Input 08 Oct 2026, 13.44



Abstak

ABSTRAK
Fenti Nurjanah, NPM: 141104101258
Pengembangan Bahan Ajar Tematik Terintegrasi Nilai-Nilai Islam untuk
Meningkatkan Karakter Religius Siswa Kelas 5 MI al-Falah Cibinong.
Merosotnya karakter anak bangsa merupakan bentuk kegagalan dalam proses
pelaksanaan pendidikan. Hal ini dibuktikan pada fakta yang ada, bahwa amanah
UU No. 20 Tahun 2003 Pasal 3 dan nilai karakter sebagai budaya bangsa yang
harus dikembangkan sesuai Kemendiknas (Kementerian Pendidikan Nasional)
tidak terlaksana. Maka IRrlu usaha nyata untuk melakukan integrasi nilai-nilai
Islam pada mata pelajaran. Integrasi nilai-nilai Islam dapat dilakukan pada
berbagai mata pelajaran, salah satunya adalah sains. Mengingat tujuan sains antara
lain adalah untuk meningkatkan ketakwaan manusia terhadap kebesaran Tuhan
serta meningkatkan kesadaran manusia untuk menghargai alam sebagai salah satu
ciptaan Tuhan. Wujud dari pengintegrasian tersebut yaitu dengan menyusun
bahan ajar berupa modul untuk menunjang proses pembelajaran di sekolah dalam
rangka meningkatkan karakter religius siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk
mengetahui prosedur penyusunan modul sebagai alat dalam meningkatkan
karakter religius siswa, mengetahui tingkat kelayakan bahan ajar berupa modul,
dan untuk karakter religius sisyyao—
Penelitian inianenggunakan met04g Resea"ch and Development (R & D)
yang telah disederhanakan oleh Naha Syaodih Sukmadinata melalui tiga langkah
yaitu studi pendahujoan, pengembapgan, dan pengujian. Proses yang dilakukan
adalah melihat kondisi awal (dan mempelajari hasil penelitian yang telah ada,
membuat produk, menilaipt9Uuk melalui angket yang diberikan kepada tim ahli
yaitu dosen dan Siswa keiaS -5 sebagai subjek penelitian, merevisi produk,
melakukan uji coba terbatas dan luas terhadap produk, yang terakhir mencetak
produk secara massal. Hasil penelitian dihitung menggunakan SPSS-16 untuk
mengetahui tingkat kelayakan bahan ajar.
Hasil penelitian menyatakan, prosedur penyusunan modul dinilai sangat
baik sesuai dengan teori Jones dan Tomkin. Hasil kelayakan, validasi ahli materi
menunjukkan angka 96.25% yailu modul valid.' tidak perlu revisi, validasi ahli
desain menunjukkan angka 80.88% yaitu modul valid/ tidak perlu revisi, dan ahli
bahasa menunjukkan angka 67.85% yaitu modul valid/perlu sedikit revisi. Proses
pengembangan pada uji terbatas (kelas 5 C) yaitu 95.39% yang berarti modul
valid/tidak perlu revisi, pada uji luas I (kelas 5 A) yaitu 95.85% yang berarti
modul valid/tidak perlu direvisi dan uji luas II (kelas 5 B) yaitu 80.80% yang
berarti valWtidak perlu revisi. Pada tahap pengujian, perbedaan presentase antara
kelas kontrol dan kelas eksperimen, 52.959 dan 56.337 dengan perbedaan hasil
3.378. sDengan demikian, bahan ajar berupa modul telah sesuai dengan prosedur
penyusunan dan layak digunakan sebagai bahan ajar untuk meningkatkan karakter
religius Siswa kelas 5 SD/MI.


Preview