Abstak
Yosep Dwisakti Rahmadani
181106011331
Analisis Dampak Lalu Lintas atau Andalalin Pembangunan Skybrige Bojong Gede Di area bojong gede terjadi macet dikarenakan kurang panjangnya pintu keluar stasiun yang menunjang disaat jam keberangkatan dan kedatangan penumpang. Lalu untuk diluar Stasiun Bojong Gede, kemacetan disebabkan oleh begitu banyak angkutan umum yang parkir secara tidak teratur, parkir juga berhenti sembarangan, Selain itu, ada banyak para pedagang kaki lima yang berjualan dibahu jalan, hal itu menyebabkan orang yang keluar dan masuk dari Stasiun Bojong Gede mengalami hambatan. Dengan penelitian ini lebih di fokuskan untuk membahas dampak lalu lintas serta mengoptimalkan kinerja lalulintas secara keseluruhan.
Diharapkan mengciptakan rasa nyaman dan minat yang tinggi oleh masyarakat yg luas untuk menggunakan fasilitas umum di stasiun Bojong Gede. Pemerintah dalam hal ini Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) telah membuat rencana pembangunan jembatan pejalan kaki (Skybridge) yang mampu menghubungkan antara stasiun dan terminal Bojong Gede guna mengatasi kemacetan dan kesemerawutan tersebut, yang akan direncanakan untuk dibangun pada tahun 2022. Lalu pembebasan lahan oleh Pemerintah Kabupaten Bogor. Diharapkan dengan adanya pembagungan Skybridge tersebut, penumpang kereta api bisa langsung ke terminal untuk beralih moda angkutan, agar tidak mengganggu jalan utama di area Stasiun Bojong Gede. Jadi perlu melakukan pemilihan struktur yang tepat untuk
konstruksi Skybridge yang akan menghubungkan Stasiun dan Terminal Bojong Gede juga turut memperhatikan dampak terhadap lalu lintas di sekitarnya. Dalam melakukan Penyusunan Andalalin Pembangunan Skybrige Bojong Gede digunakan beberapa peraturan perundang-undangan untuk menjadi acuan hukum antara lain Peraturan Menteri Perhubungan no 17 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Analisis Dampak lalu Lintas.
Kata Kunci: Analisis dampak lalu lintas pembangunan skybrige, skybrige, andalalin,