Abstak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak bencana kebakaran di
Los Angeles pada awal tahun 2025 terhadap kinerja harga saham perusahaan di
Bursa Efek Indonesia (BEI) dan indeks S&P 500 di Amerika Serikat serta menguji
tingkat efisiensi pasar modal berdasarkan teori Efficient Market Hypothesis (EMH).
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode event study,
yang fokus pada perhitungan Abnormal Return (AR) selama periode event window
t-5 hingga t+5, menggunakan metode Mean Adjusted Return. Untuk menguji
signifikansi perubahan harga saham, digunakan uji statistik parametrik paired
sample t-test dan non-parametrik Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa bencana kebakaran berdampak signifikan terhadap kinerja
saham perusahaan, terutama pada indeks S&P 500 yang menunjukkan reaksi pasar
yang cepat dan efisien, dibandingkan dengan IHSG yang cenderung lambat dan
kurang konsisten dalam merespons informasi. Hal ini mencerminkan bahwa pasar
modal Amerika Serikat lebih cenderung memiliki karakteristik efisiensi bentuk
semi-kuat, sedangkan pasar modal Indonesia masih menunjukkan efisiensi bentuk
lemah. Temuan ini menegaskan bahwa peristiwa tidak terduga seperti bencana alam
dapat memengaruhi persepsi risiko investor dan menyebabkan fluktuasi pasar yang
signifikan, tergantung pada tingkat kedalaman pasar dan distribusi informasi.
Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam memahami perilaku pasar
terhadap kejadian tak terduga dan menjadi acuan bagi investor dan regulator dalam
merancang strategi mitigasi risiko di pasar modal.
Kata Kunci: efisiensi pasar modal, event study, abnormal return, BEI, S&P 500