Back


Detail Data

Fakultas FAKULTAS TEKNIK DAN SAINS
Program Studi TEKNIK INFORMATIKA
Judul IDENTIFIKASI POLA DISTRIBUSI SPASIAL URBAN GROWTH, DASYMETRIC MAPPING DAN INDEKS STANDAR POLUSI UDARA (ISPU) DI WILAYAH KABUPATEN BOGOR TAHUN 2018 DAN 2023
Tahun 2025
Tanggal Input 26 May 2026, 11.09



Abstak

Kabupaten Bogor merupakan wilayah dengan perkembangan industri yang
pesat dan pertumbuhan penduduk yang tinggi. Pesatnya perkembangan industri dan
tingginya pertumbuhan penduduk berpotensi menimbulkan dampak negatif
terhadap kualitas udara dan kesehatan masyarakat. Berdasarkan laporan World
Health Organization (WHO) dan United Nations Framework Convention on
Climate Change (UNFCCC), pada tahun 2010 di Indonesia tercatat angka kematian
yang signifikan akibat konsentrasi karbon dioksida (CO?) dan emisi partikel bahan
bakar (PM10), antara lain 1.210.581 kasus asma bronkial, 173.487 kasus
bronkopneumonia, 2.449.986 kasus infeksi saluran pernapasan akut, 336.273 kasus
pneumonia, 153.724 kasus penyakit paru obstruktif kronik, dan 1.246.130 kasus
penyakit arteri koroner. Untuk memantau dan mengelola kualitas udara di
Kabupaten Bogor, penelitian ini memanfaatkan data citra satelit Sentinel-5P dan
Sentinel-2A melalui platform Google Earth Engine (GEE). Sentinel-5P digunakan
untuk memantau konsentrasi polutan atmosfer seperti Nitrogen dioxide (NO?) dan
Sulfur dioxide (SO?), yang merupakan indikator utama pencemaran udara.
Sementara itu, Sentinel-2A digunakan untuk analisis perubahan penggunaan lahan
dan tutupan lahan yang mempengaruhi emisi polutan dan kualitas udara secara
keseluruhan. GEE, sebagai platform berbasis cloud, menyediakan akses mudah dan
efisien terhadap data citra satelit dan data geospasial, memungkinkan analisis skala
besar dan pemantauan temporal yang akurat. Metode Indeks Standar Pencemar
Udara (ISPU) digunakan untuk mengklasifikasikan tingkat pencemaran udara ke
dalam lima kategori, yaitu: Baik, Sedang, Tidak Sehat, Sangat Tidak Sehat, dan
Berbahaya. Klasifikasi ini memungkinkan identifikasi dan pemantauan tingkat
polusi udara secara spasial dan temporal berdasarkan data dari Sentinel-5P dan
Sentinel-2A yang diolah di GEE. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah
Kabupaten Bogor, khususnya Kecamatan Gunung Putri, mengalami peningkatan
Urban Growth sebesar 16% antara tahun 2018 hingga 2023. Model Urban Growth
yang digunakan memiliki akurasi tinggi dengan nilai overall accuracy sebesar
92,5%, sehingga dapat diandalkan untuk pemodelan perubahan penggunaan lahan.
Berdasarkan hasil Dasymetric Mapping, kepadatan penduduk tertinggi di
Kecamatan Gunung Putri meningkat dari 178 jiwa/ha pada tahun 2018 menjadi 180
jiwa/ha pada tahun 2023. Selain itu, tingkat polusi udara di wilayah tersebut
mengalami peningkatan signifikan pada kelas "Tidak Sehat," yaitu dari 17% pada
tahun 2018 menjadi 31% pada tahun 2023. Evaluasi model polusi udara
menunjukkan nilai Mean Absolute Error (MAE) terbaik sebesar 1,295 µg/m³ dan
Root Mean Square Error (RMSE) sebesar 1,478 µg/m³, yang mengindikasikan
tingkat kesesuaian yang baik antara hasil prediksi dengan data pemantauan dari
Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor.

Kata Kunci: Dasymetric Mapping, Google Earth Engine, Indek Standar Polusi
Udara (ISPU), Penginderan Jauh, Polusi Udara.