Abstak
ABSTRAK
Pemanfaatan energi matahari sebagai salah satu sumber energi alternatif saat ini tengah digencarkan untuk secara bertahap mulai menggantikan bahan bakar fosil sebagai sumber energi utama dunia. Salah satu bentuk energi matahari yang banyak dimanfaatkan saat ini adalah energi panasnya yang dipakai untuk sistem pemanas air. Pengaplikasian heat pipe sebagai komponen penyerap panas adalah salah satu terobosan yang baik untuk meningkatkan performa solar collector. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan evacuated tube yang telah vakum dimana didalamnya terdapat heat pipe dan sirip alumunium kemudian dirangkai sehingga menjadi sistem pemanas fluida. Metode yang dipakai pada pengujian ini menggunakan metode eksperimen dan perhitungan. Dengan berbagai variasi sudut 0, 20, 40, dan 60, serta laju alur fluida 1 Lpm, 2 Lpm, dan 3 Lpm, fluida kerja solar collector menggunakan etanol 96% kemudian dirangkai sehingga menjadi sistem untuk memanaskan fluida. Dari hasil pengujian solar collector maka didapati efisien solar collector tertinggi ada pada sudut 20 dengan laju aliran fluida 3 Lpm dapat mencapai 141% tepatnya pada pukul 15,23:28 WIB sampai dengan pukul 15.38:28 WIB dan yang terendah terdapat pada variasi sudut 0, dengan laju aliran fluida 2 liter/menit dengan nilai efisiensi sebesar 54% pada pukul 14.43:09 WIB sampai dengan pukul 14.58.09 WIB. Pada pengujian ini sudut kemiringan solar collector dan laju aliran fluida sangat mempengaruhi efisiensi solar collector itu sendiri.
Kata kunci : solar collector, heat pipe, etanol, tabung vakum, sirip alumunium