Abstak
Mochammad Iqbal
181106011294
STUDI PERENCANAAN FASILITAS PEJALAN KAKI DALAM
RANGKA MENINGKATKAN AKSESIBILITAS DAN KONEKTIVITAS
PADA SIMPUL TRANSPORTASI DI TERMINAL BUBULAK KOTA
BOGOR Terminal Bubulak terletak di Kelurahan Bubulak, Kecamatan Bogor
Barat, Kota Bogor. Di sekitar kawasan Terminal Bubulak terdapat pusat penjualan
oleh-oleh, kawasan pertokoan dan juga kawasan permukiman penduduk. Dengan
banyaknya masyarakat yang naik maupun turun di Terminal Bubulak dan letak
Terminal Bubulak yang berada di antara kawasan pusat penjualan oleh-oleh,
kawasan pertokoan dan juga kawasan permukiman penduduk, maka perlu adanya
perencanaan fasilitas untuk pejalan kaki guna memudahkan masyarakat dalam
berpindah moda. Terdapat beberapa permasalahan yang terjadi sehingga tidak
terpenuhinya ruang bagi para pejalan kaki. Misalnya tidak cukupnya pemenuhan
kebutuhan fasilitas pejalan kaki oleh pemerintah, terjadinya pengalihan fungsi
fasilitas dari ruang publik menjadi lahan parkir atau tempat usaha bagi pedagang
kaki lima. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan evaluasi terhadap fasilitas
pejalan kaki yang ada pada saat ini dan perencanaan terhadap fasilitas pejalan kaki
untuk kegiatan menyusuri maupun menyeberang di kawasan Terminal Bubulak.
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan metode kualitatif, yang utama
adalah Survei keadaan pejalan kaki dan lalu lintas pada Jalan KH. R. Abdullah Bin
Nuh, Jalan Raya CIFOR, dan Jalan H. Encep Nawawi di kawasan Terminal
Bubulak Kota Bogor. Berdasarkan analisis data yang dilakukan, tiga ruas jalan
tersebut memiliki jumlah pejalan kaki rata-rata 2 orang/menit dengan lebar
tambahan (faktor lokasi) 1,5 meter, maka lebar trotoar yang sesuai kebutuhan
adalah 1,56 meter. Dengan mempertimbangkan penambahan jalur fasilitas dan
ruang gerak disabilitas maka lebar trotoar usulan pada tiga ruas jalan tersebut adalah
2 meter untuk kedua sisinya. Berdasarkan SE Menteri PUPR No.02/SE/M/2018
dengan mempertimbangkan kebutuhan fasilitas penyeberangan berdasarkan
volume lalu lintas dan arus pejalan kaki pada Jalan KH. R. Abdullah Bin Nuh yang
memiliki nilai PV² yaitu 3x10? dan Jalan H. Encep Nawawi yang memiliki nilai
PV² yaitu 7x10? maka fasilitas penyeberangan yang sesuai kebutuhan adalah
pelican crossing dengan lapak tunggu. Sedangkan Jalan Raya CIFOR yang
memiliki nilai PV² yaitu 1x10? membutuhkan pelican crossing. Usulan pemecahan
masalah fasilitas pejalan kaki yaitu perencanaan trotoar dan fasilitas penyeberangan
serta desain fasilitas pejalan kaki yang sesuai dengan perhitungan dan peraturan
yang berlaku.
Kata kunci: Fasilitas pejalan kaki, terminal, simpul transportasi, aksesibilitas,
konektivitas