Abstak
Deni Rusmana
181106011275
Masalah kemacetan lalu-lintas sering kali terjadi pada kawasan yang memiliki intensitas kegiatan, penggunaan lahan serta jumlah penduduk yang sangat tinggi. Kota Tangerang merupakan Kota yang memiliki kepadatan yang besar dengan mobilitas penduduk tinggi. Angka pertumbuhan lalu lintas di Kota Tangerang khususnya di Kecamatan Karawaci yang terus meningkat dari tahun ke tahun tidak sebanding dengan angka pertumbuhan dan peningkatan kapasitas jalan, membuat kota yang luas wilayahnya 15,54 km2. Tujuan dari
penelitian ini adalah mengidentifikasi, mengevaluasi kondisi kinerja lalu lintas di titik kemacetan yang sudah diidentifikasi dan menganalisis penyebab lokasi kemacetan yang ada di Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang. Lokasi yang dipilih untuk melakukan penelitian adalah ruas dan simpang jalan di Kecamatan Karawaci Kota Tangerang, metode yang diperlukan untuk melakukan penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, dengan pendekatan Level of Service sehingga dapat melihat tingkat pelayanan jalan dan pergerakan alih gerak lalu lintas kawasan Kecamatan Karawaci. Hasil penelitian menunjukan bahwa didapatkan 1 titik ruas jalan dengan skala prioritas atau mendapatkan skor terburuk dalam faktor tingkat pelayanan dan derajat kejenuhan, meliputi = ruas Jalan Moh Toha 2 (Area Terminal Pasar Baru) dengan nilai Ds sebesar 1,03 dengan kategori tingkat pelayanan F.
Adapun 5 titik simpang jalan dengan skala prioritas atau mendapatkan skor terburuk dalam faktor tingkat pelayanan dan derajat kejenuhan meliputi: Simpang Jalan Galeong dengan nilai Ds sebesar 0,99 dengan kategori tingkat pelayanan E, Simpang Jl. Merdeka - Jalan Imam Bonjol dengan nilai Ds sebesar 0,97 dengan tingkat pelayanan E, Simpang Jl. Cimone Raya - Proklamasi dengan nilai Ds sebesar 1,00 dengan tingkat pelayanan F, Simpang Jl. Teku Umar - Jalan Imam Bonjol dengan nilai Ds sebesar 1,22 dengan kategori tingkat pelayanan F, dan
Simpang Jalan Sanggego Bayur - Jalan Raya Karet Kotabumi - Jalan Raden Kasman dengan nilai Ds sebesar 0,95 dengan kategori tingkat pelayanan E. Kecepatan rata-rata kendaraan pada jam puncak/ jam sibuk yang menyebabkan pelambatan lalulintas di Kota Tangerang, dimana kecepatan kendaraan pada jam sibuk pagi 16.15 km/jam, pada jam sibuk siang 18.31 km/jam, dan pada jam sibuk sore 16.83 km/jam. Permasalahan yang terjadi pada ruas jalan salah satunya akses masuk keluar pusat kegiatan, pengeteman/naik-turun angkutan umum, merging arus lalu lintas, aktifitas pejalan kaki, penyempitan jalan di bawah jembatan rel
kereta api, dan PKL. Permasalahan yang terjadi pada simpang tak bersinyal jalan salah satunya adalah over capacity, pengeteman/naik-turun angkutan umum, aktifitas pejalan kaki, geometrik simpang, pengendalian simpang/APILL, dan akses masuk keluar pusat kegiatan.
Kata Kunci: Kemacetan, Tangerang, lalu lintas, ruas dan simpang