Abstak
Mufaiza Zahirah
221105080758
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya memahami amtsal dalam Al
Qur’an sebagai salah satu metode penyampaian pesan melalui perumpamaan.
Surah Al-Isra’ memuat beberapa ayat yang termasuk dalam kategori amtsal
musharrahah, yaitu perumpamaan yang dinyatakan secara jelas melalui
unsur tasybih. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis unsur-unsur
amtsal musharrahah dalam Surah Al-Isra’ ayat 7, 24, 48, dan 92,
menjelaskan penafsiran Wahbah Az-Zuhaili dalam Tafsir Al-Munir, serta
mengkaji makna dan relevansinya dalam kehidupan. Penelitian ini
menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library
research). Sumber data primer berupa Al-Qur’an dan Tafsir Al-Munir karya
Wahbah Az-Zuhaili, sedangkan data sekunder diperoleh dari buku, jurnal,
artikel ilmiah, dan literatur yang berkaitan dengan amtsal dan ilmu tafsir.
Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi, sedangkan
analisis data menggunakan metode deskriptif-analitis. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa ayat-ayat yang dikaji mengandung unsur-unsur amtsal
berupa musyabbah, musyabbah bih, wajhu syabah, dan adatu tasybih yang
berfungsi memperjelas pesan Al-Qur’an. Dalam Tafsir Al-Munir, Wahbah
Az-Zuhaili menafsirkan ayat-ayat tersebut dengan menekankan aspek akidah,
akhlak, dan sosial kemasyarakatan. Makna yang terkandung dalam ayat-ayat
tersebut meliputi tanggung jawab atas perbuatan, birrul walidain, penguatan
tauhid, pentingnya bersikap kritis terhadap informasi, serta keterbukaan
dalam menerima kebenaran. Adapun relevansinya pada masa kini terlihat
pada pentingnya membangun integritas, menjaga keharmonisan keluarga,
memperkuat keimanan, bersikap bijak dalam menyikapi informasi, dan
menerima kebenaran dengan sikap terbuka.
Kata Kunci: Amtsal musharrahah, Surah Al-Isra’, Tafsir Al-Munir,
WahbahAz-Zuhaili
This study is motivated by the importance of understanding amtsal (parables)
in the Qur’an as one of the methods used to convey messages through
analogies and comparisons. Surah Al-Isra’ contains several verses classified
as amtsal musharrahah, namely explicit parables expressed through the
elements of tasybih (simile). This study aims to analyze the elements of
amtsal musharrahah found in Surah Al-Isra’ verses 7, 24, 48, and 92, to
explain Wahbah Az-Zuhaili’s interpretations in Tafsir Al-Munir, and to
examine their meanings and relevance to contemporary life. This research
employs a qualitative approach using the library research method. The
primary sources of data are the Qur’an and Tafsir Al-Munir by Wahbah Az
Zuhaili, while the secondary sources consist of books, journals, scientific
articles, and other literature related to amtsal and Qur’anic exegesis. Data
were collected through documentation techniques and analyzed using a
descriptive-analytical method. The findings indicate that the selected verses
contain the elements of amtsal, namely musyabbah (the compared object),
musyabbah bih (the object of comparison), wajhu syabah (the point of
similarity), and adatu tasybih (the comparative particle), which serve to
clarify the messages of the Qur’an through parables. In Tafsir Al-Munir,
Wahbah Az-Zuhaili interprets these verses by emphasizing aspects of aqidah
(faith), akhlaq (morality), and social life. The meanings conveyed by these
verses include moral responsibility, birrul walidain (devotion to parents),
the reinforcement of tauhid (the oneness of God), the importance of being
critical in receiving information, and openness in accepting the truth. Their
contemporary relevance can be seen in the need to build integrity, maintain
family harmony, strengthen faith, respond wisely to information, and
embrace truth with an open mind.
Keywords: Amtsal musharrahah, Surah Al-Isra’, Tafsir Al-Munir,
Wahbah Az-Zuhaili