Abstak
ANALISIS GELOMBANG KEJUT PADA SIMPANG BERSINYAL
(Studi Kasus: Simpang Semplak, Kota Bogor) Pergerakan kendaraan di
persimpangan adalah permasalahan transportasi yang paling sering dijumpai.
Lampu lalu lintas merupakan sarana lalu lintas yang digunakan untuk mengatur
pergerakan kendaraan pada persimpangan. Selain itu lampu lalu lintas juga
membantu untuk mengurangi terjadinya kecelakaan. Lampu lalu lintas juga dapat
menjadi pengaruh terjadinya kemacetan akibat lamanya fase lampu lalu lintas
berwarna merah, seperti yang terjadi di persimpangan Semplak Bogor, pada lengan
yang akan kearah yasmin sering terjadi antrian kendaraan yang disebabkan oleh
lampu lalu lintas. Nilai panjang antrian diperoleh dengan menggunakan metode
Analisis Gelombang Kejut. Data yang diambil langsung di lapangan seperti,
volume, kecepatan kendaraan dan durasi lampu lalu lintas. Lalu kemudian data
yang diperoleh dihitung nilai kepadatan untuk mencari model matematis antara
volume, kecepatan dan kepadatan. Model yang digunakan untuk menghitung
gelombang kejut adalah model Greenshield dengan nilai ?2 adalah 0.2973 pada
hari Senin, 24 Februari 2025 dengan hubungan kecepatan dan kepadatan S= 48,444–
0,4552 D, hubungan volume dan kepadatannya adalah V = 48,444 – 0,8406?2 ,
dan hubungan volume dan kecepatannya adalah V = 106,4183 – 2,19780?2 . Nilai
gelombang kejut yang diperoleh untuk gelombang kejut bergerak mundur dalah
9.337 km/jam ; gelombang kejut mundur pemulihan adalah -24.2181 km/jam dan
gelombang kejut gerak maju adalah 14.889 km/jam. Pengaruh lampu lalu lintas
dengan siklus lampu lalu lintas berwarna merah selama 175 detik yang membuat
panjang antrian maksimum kendaraan sepanjang 738,67 meter.
Kata kunci : Gelombang kejut, Hubungan matematis, Greenshield