Back


Detail Data

Fakultas FAKULTAS AGAMA ISLAM
Program Studi EKONOMI SYARIAH
Judul PENGARUH SAHAM SYARIAH, REKSADANA SYARIAH, SUKUK DAN SURAT BERHARGA SYARIAH NEGARA TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA TAHUN 2012?2024
Tahun 2025
Tanggal Input 12 Sep 2025, 10.16



Abstak

Pertumbuhan ekonomi merupakan isu yang berkaitan dengan ekonomi dalam
jangka waktu yang panjang, dan fenomena pertumbuhan ekonomi ini merupakan hal
krusial yang menyangkut kondisi suatu negara untuk mengetahui seberapa baik ekonomi
negara tersebut untuk dapat mensejahterakan penduduknya. Sebagai negara dengan
mayoritas penduduknya berkeyakinan Islam, pasar modal syariah menjadi pilihan
keuangan syariah masyarakat Indonesia yang ingin menggunakan keuangan yang sesuai
dengan syariat Islam. Selain itu, pasar modal syariah merupakan instrumen yang terlibat
dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia, menjadikan instrumen tersebut ikut andil dalam
pergerakan ekonomi nasional. Tujuan penelitian ini untuk menguji seberapa pengaruhnya
investasi syariah seperti saham syariah, reksadana syariah, sukuk, dan SBSN terhadap
pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2012-2024. Penelitian ini bersifat kuantitatif
dan pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi dengan data populasi dalam
penelitian ini time series yang diambil pada website resmi pemerintah seperti OJK, BPS,
dan Bank Indonesia dalam kurun waktu tahun 2012 sampai dengan 2024. Sampel
menggunakan purposive sampling dengan data setiap triwulan pada variabelnya. Teknik
analisis data menggunakan analisis regresi linier berganda dengan alat analisis berupa IBM
SPSS 30. Hasil dalam penelitian ini menyimpulkan bahwa variabel saham syariah
berpengaruh positif signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Kemudian,
variabel reksadana syariah juga berpengaruh secara signifikan terhadap pertumbuhan
ekonomi Indonesia pada kurun waktu tahun 2012 sampai dengan 2024. Sedangkan variabel
sukuk dan SBSN tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi
Indonesia pada tahun 2012 sampai dengan 2024.

Kata kunci: Saham Syariah, Reksadana Syariah, Sukuk, SBSN, Pertumbuhan Ekonomi
Indonesia