Abstak
Kamal Maulana
181106021238
Mesin amplas pada dasarnya untuk membuat permukaan benda menjadi lebih halus dengan cara pengikisan terhadap permukaan. Mesin amplas dengan cara sistem sabuk ini penggerak utamanya adalah motor listrik, motor listrik yang digunakan motor listrik 1 phase. Kebutuhan daya motor listrik dapat diketahui dengan dua cara yaitu: pengukuran menggunakan alat ukur power analyzer dan perhitungan dengan menggunakan dasar teori, metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, dengan melakukan pengukuran dan perhitungan dengan berlandaskan dasar teori yang dibutuhkan. Adapun hasil kebutuhan daya motor dengan metode alat ukur pada saat mesin belt sander dihidupkan sebesar 0,359kW. Memperoleh besar daya yang dibutuhkan pada saat proses feeding, dalam menggunakan grit amplas yang berbeda dan menggunakan spesimen yang berbeda. Dengan menggunakan
perhitungan dasar teoritis yang digunakan menyebabkan, kenaikan yang signifikan kebutuhan daya mesin belt sander terjadi pada amplas grit 80, Ini dikarenakan kedalaman potong (depth of cut) pada spesimen memiliki kedalaman yang cukup tinggi dari grit amplas lainnya. Pada spesimen Besi S45C memiliki kebutuhan daya pada saat proses feeding sebesar 550,50 Watt, pada spesimen Alumunium memiliki kebutuhan daya pada saat proses feeding sebesar 539,49 Watt, dan pada spesimen Kayu memiliki Kebutuhan daya pada saat proses feeding sebesar 532,15 Watt.
Kata Kunci : Daya, Feeding, Mesin Amplas.