Abstak
Ibadah umroh memiliki daya tarik tersendiri bagi masyarakat di Indonesia.
Ditambah lagi dengan mayoritas penduduk Indonesia yang beragama Islam. Maka
para pebisnis muslim menyatukan antara pariwisata dan ibadah menjadi wisata
religi dengan menjadikan travel umroh sebagai salah satu solusinya. Sehingga di
dalamnya pasti tidak terlepas dari unsur dakwah. Namun kegiatan ini tidak
terlepas dari unsur penipuan. Penipuan dalam industri travel umroh tidak hanya
menyebabkan kerugian finansial, tetapi juga mengakibatkan kehilangan
kepercayaan publik, kerugian spiritual dan psikologis bagi jamaah yang
berdampak pada travel lainnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif
dengan metode studi kasus, di mana data dikumpulkan melalui wawancara
mendalam, observasi, dan dokumentasi. Fokus analisis tertuju pada praktik
komunikasi risiko yang dilakukan PT Auli Wisata sebagai strategi mitigasi. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa pendekatan komunikasi risiko dengan basis
dakwah mampu membangun kepercayaan jamaah. Penelitian ini memberikan
kontribusi pada pengembangan model mitigasi berbasis komunikasi yang dapat
diterapkan oleh travel umroh lainnya dalam menghadapi risiko penipuan.
Kata kunci: Mitigasi komunikasi; travel umroh; penipuan; komunikasi risiko;
dakwah; kepercayaan jamaah