Abstak
Pendidikan Islam di Thailand mengalami problematika signifikan akibat tekanan
kebijakan nasional yang mendorong asimilasi budaya, mengakibatkan krisis identitas
dalam komunitas Muslim minoritas yang terancam kehilangan karakteristik sosiokultural
dan religius. Ketidakmampuan institusi pendidikan Islam beradaptasi secara optimal
terhadap dinamika sosial-politik dan marjinalisasi kebijakan negara memperdalam problem
identitas generasi muda Muslim Thailand. Penelitian ini bertujuan menganalisis secara
mendalam kontribusi pendidikan Islam dalam membentuk identitas Muslim di Thailand
dan mengidentifikasi peranan strategis pendidikan Islam dalam mempertahankan identitas
kultural serta spiritual komunitas Muslim Thailand. Metode yang digunakan adalah
penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitik berbasis studi literatur, didukung
teknik pengumpulan data melalui telaah dokumentasi pustaka dan dianalisis secara
sistematis menggunakan content analysis. Temuan utama menunjukkan pendidikan
Islam—terutama melalui sistem pondok, madrasah, dan sekolah Islam—berperan sebagai
benteng pelestarian nilai, bahasa, dan tradisi Melayu-Patani, serta mampu melakukan
adaptasi dan resistensi kultural terhadap kebijakan asimilasi negara. Pendidikan Islam juga
membangun ketahanan sosial-komunitas, memperkuat solidaritas kolektif, dan
menghasilkan model internalisasi identitas keislaman yang transformatif pada masyarakat
minoritas Muslim Thailand.
Kata Kunci: Pendidikan Islam; Identitas Muslim; Asimilasi budaya; Melayu-Patani;
Minoritas Muslim Thailand; Resistensi kultural; Ketahanan komunitas.